Kiprah TNI AD di Sumatra, dari Bangun Jembatan Bailey hingga Pasang Lampu Tenaga Surya

Jakarta, IDM – Proses pemulihan bencana di Sumatera terus berlangsung. TNI AD terus bergerak. Selain memperbaiki akses jembatan yang putus TNI AD juga memasang penerangan jalan tenaga surya (solar light).
Seperti dilansir keterangan Penkodam I/Bukit Barisan, Selasa (16/12), sebanyak 16 unit dipasang di Desa Nauli, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, sebagai upaya mendukung penerangan dan keamanan wilayah pascabencana.
Baca Juga: Gelar Sidang Dewan Kurikulum TNI AD, Dankodiklatad: Adaptif, Berakakter dan Relevan
Kegiatan pemasangan tersebut dilaksanakan oleh Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan, personel Komlekdam I/BB bersama Yonif 125.
Selain di Desa Nauli, Satgas juga melakukan pemasangan sarana penerangan di sejumlah desa lain di Kecamatan Sitahuis. Di Desa Mardame, terpasang 30 unit solar light untuk penerangan jalan serta 20 unit solar sistem untuk penerangan rumah warga.

Sementara itu, di Desa Rampa, telah dipasang 14 unit yang difokuskan pada titik-titik jalan utama dan area yang sebelumnya minim penerangan akibat dampak bencana.
Baca Juga: Check D Rampung, Boeing 737-400 TNI AU Kembali Perkuat Skadron Udara 17
Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap menyampaikan bahwa pemasangan lampu tenaga surya ini merupakan bagian dari komitmen Kodam I/BB melalui Satgas Gulbencal untuk membantu pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana.
Menurutnya, keberadaan penerangan jalan dan rumah sangat penting untuk mendukung keamanan, mobilitas, serta aktivitas warga sehari-hari. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































