Kibarkan Bendera di Langit Kertajati, TNI AL Raih Rekor MURI

Jakarta, IDM - Korps Marinir TNI AL melaksanakan pengibaran bendera merah putih berukuran besar, pada ketinggian 10.000 kaki di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menyambut HUT ke-78 Korps Marinir yang diperingati 15 November mendatang.
Mengutip keterangan Dispenal Minggu (5/11), aksi pengibaran bendera raksasa yang dilakukan oleh 8 personel pasukan khusus TNI AL, Detasemen Jalamangkara (Denjaka) itu juga dihelat untuk memecahkan Rekor MURI.
Baca Juga: KSAD Gelar Apel Dansat, Pesan Sikap Netralitas TNI AD Jelang Tahun Politik
Adapun bendera yang dikibarkan memiliki panjang 61.82 m, lebar 43.7 m, luas bendera 2.701 m2. Total berat bendera keseluruhan 232,4 kg. Peterjun berjumlah 8 orang, terdiri dari 1 peterjun pembawa bendera dan 7 kameramen.

Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI Nur Alamsyah mengaku bangga dengan capaian tersebut. Menurutnya, ini adalah sejarah baru yang diraih satuannya.
Baca Juga: Prabowo Siapkan RS TNI untuk Menerima Pasien dari Palestina
"Ini adalah sebuah sejarah yang akan selalu terpatri dan diingat karena sudah bisa memecahkan rekor MURI pengibaran bendera raksasa dan menjadi peringkat ke-3 di dunia," kata Nur Alamsyah. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































