Ketum Jalasenastri TNI AL Salurkan Bantuan Logistik Ke Kalsel dan Sulbar

Jakarta, IDM - Ketua Umum Jalasenastri Ny. Vero Yudo Margono menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan korban bencana gempa bumi di Sulawesi Barat (Sulbar) yang akan didistribusikan menggunakan KRI Banda Aceh (BAC)-593, bertempat di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (22/1).
Bantuan yang akan dikirimkan sebanyak 5 ton ini terdiri dari paket sembako, selimut, pakaian, perlengkapan bayi, biskuit, susu, air mineral, perlengkapan makan, mukena, hijab, perlengkapan mandi dan kasur.
Penyerahan bantuan tersebut secara simbolis diberikan dari Ketua Umum Jalasenastri kepada Komandan KRI BAC-593 Lekol Laut (P) Mohammad Achnaf.

Dihadapan awak media Ketua Umum Jalasenastri menyampaikan rasa prihatin dan dukanya atas musibah yang melanda masyarakat Kalimantan Selatan dan sulawesi Barat.
"Kami dari Ibu-ibu Jalasenastri akan terus mengirimkan apapun yang diperlukan, kami siap membantu untuk meringankan beban saudara kami yang terdampak bencana," katanya.
Selain Jalasenastri adapun bantuan kebutuhan untuk masyarakat terdampak bencana banjir Kalsel dan gempa Sulbar yakni dari Koarmada I, Lantamal III, Kolinlamil, Kormar dan Kowal. (rgp/wan)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































