Ketua Delegasi ADF: Australia-RI Gelar Lebih dari 20 Kali Latihan Setiap Tahun, tapi Latma Bhakti Kanyini Punya Keistimewaan

Jakarta, IDM – Latihan gabungan bersama terpadu (Latgabmapad) antara TNI dan Australian Defence Force (ADF) dengan sandi Bhakti Kanyini Ausindo 2025 resmi ditutup di Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, pada Kamis (30/10).
Penutupan dipimpin Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Brigadir Jenderal Edi Saputra selaku direktur latihan dan Komandan Komponen Darat Gabungan ADF Brigjen Dean Thompson selaku Ketua Delegasi ADF.
"Australia dan Indonesia melaksanakan lebih dari 20 latihan bilateral dan multilateral setiap tahunnya. (Tapi) yang membuat Bhakti Kanyini Ausindo 2025 istimewa adalah keterlibatan lembaga-lembaga tanggap darurat sipil tingkat nasional dan regional, serta yang paling penting, partisipasi langsung dari masyarakat setempat,” kata Dean Thompson, sebagaimana dikutip dari keterangan pers Pusat Penerangan TNI, Sabtu (1/11).
Baca Juga: TNI AD Amankan Ribuan Oli Palsu, Ada yang Sudah Beredar
Latgabmapad tersebut sebelumnya dibuka di Markas Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, pada Senin (20/10). Sesi awal dibuka dengan geladi ruang atau table top exercise (TTX) selama empat hari.
Kemudian, dilanjutkan dengan latihan lapangan pada 27-30 Oktober 2025.
Latihan melibatkan personel gabungan dari TNI dan ADF, serta unsur pendukung dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lebak.
"Selama dua minggu pelaksanaan latihan, TNI bersama Australian Defence Force, BNPB, BPBD, dan Basarnas telah berlatih bersama untuk memperkuat kemampuan dalam evakuasi, pencarian serta pertolongan jiwa masyarakat yang terdampak bencana," kata Brigjen Edi Saputra selaku direktur latihan.
Edi mengatakan bahwa tidak ada satu pun lembaga atau negara yang mampu menghadapi bencana sendirian.
“Penanggulangan bencana membutuhkan sinergi, kolaborasi, dan dukungan lintas negara,” ucap Edi.
Baca Juga: KSAD Maruli Ingatkan Dilema Etik Penggunaan AI di Hukum Militer
Edi menjelaskan bahwa wilayah Bayah, Lebak, Banten, dipilih sebagai lokasi latihan karena memiliki potensi bencana yang tinggi.
Berdasarkan hasil kajian geologi, terdapat kemungkinan terjadinya gempa bumi dengan kekuatan hingga 9,1 skala richter yang berpotensi memicu tsunami.
“Oleh sebab itu, latihan ini dirancang untuk mensimulasikan berbagai langkah tanggap darurat, mulai dari evakuasi korban, penanganan medis, hingga pemulihan pascabencana,” kata Edi.
Latihan turut disaksikan oleh perwakilan lembaga internasional, pengamat militer dari negara sahabat seperti Amerika Serikat dan Timor Leste, serta sejumlah pejabat daerah dan unsur TNI-Polri.
Sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI dikerahkan dalam latihan, seperti TNI AU mengerahkan Helikopter EC-725 Caracal.
Baca Juga: Hibah Kapal Patroli Jepang untuk Bakamla Dijadwalkan Selesai pada 2028
Pesawat rotary wing dari Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja tersebut dilibatkan dalam sesi latihan lapangan field training exercise (FTX) pada hari ketiga dan keempat latihan.
Puspen TNI menyatakan, Latgabmapad Bhakti Kanyini Ausindo 2025 menjadi simbol nyata kerja sama bilateral Indonesia-Australia di bidang kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Latihan ini sekaligus menunjukkan komitmen kedua negara dalam membangun ketangguhan kawasan menghadapi ancaman bencana alam dan tantangan kemanusiaan pada masa depan. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































