HANKAM

Kesiapan Yonzikon 12/KJ Jelang Penugasan sebagai Satgas Kizi TNI Konga Monusco di Afrika Tengah

Dr.Anang Puji Armanto,S.E.,M.Han
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memberikan pengarahan dan pembinaan kepada prajurit yang akan melaksanakan penugasan luar negeri sebagai bagian dari Satgas Kizi TNI Konga XX-W Monusco di Afrika Tengah. (Foto: Dok. Yonzikon 12/KJ)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) melaksanakan audiensi di satuan Yonzikon 12/KJ dalam rangka memberikan pengarahan dan pembinaan kepada prajurit yang akan melaksanakan penugasan luar negeri sebagai bagian dari Satgas Kizi TNI Konga XX-W Monusco di Afrika Tengah.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Tim Audiensi Kemenhan RI, Kolonel Laut (P) Dr.Anang Puji Armanto,S.E.,M.Han memberikan arahan terkait kesiapan personel, materiil, serta harapan Negara RI terhadap pelaksanaan tugas dalam misi perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga: TNI AD Bangun Sekolah Semi Taruna di Merauke

Pasukan Laba-laba Hitam dipercaya sebagai satuan Main Body dalam pelaksanaan Satgas Kizi TNI Monusco XX-W Konga yang akan bertugas di wilayah Republik Demokratik Kongo. “Satgas Kizi TNI Monusco XX-W Konga merupakan perwakilan bangsa Indonesia di kancah International. Oleh karena itu, setiap Langkah kaki dan setiap keringat yang jatuh di bumi Afrika bukan hanya atas nama pribadi atau satuan, melainkan membawa Kehormatan Bangasa Indonesia.”kata Kolonel Laut (P) Anang Puji Armanto.

Kegiatan audiensi ini bertujuan memastikan seluruh personel dan unsur pendukung telah siap secara optimal, baik dari aspek profesionalisme, mental, maupun kemampuan teknis dalam mendukung keberhasilan misi perdamaian dunia.

Selain melaksanakan kegiatan di satuan Yonzikon 12/KJ, tim audiensi Kemenhan juga melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kantor Bupati Banyuasin dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, S.P.

Dalam kunjungan tersebut, tim audiensi menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan sekaligus memohon doa restu serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin terhadap prajurit Karana Jaya, Yonzikon 12/KJ yang akan melaksanakan tugas negara.

Baca Juga: KSP Beri Pesan Jelang Keberangkatan Pasukan Perdamaian ke Lebanon

Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, S.P., menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepada Yonzikon 12/KJ yang merupakan bagian dari warga Kabupaten Banyuasin sebagai bagian penting dalam misi perdamaian dunia. Ia juga berharap seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan baik, menjaga nama baik bangsa Indonesia, serta kembali ke tanah air dalam keadaan aman dan sukses.

Kegiatan Audiensi ini menjadi bagian penting dalam rangka meningkatkan kesiapan operasional satuan sebelum diberangkatkan ke negara misi, sekaligus mempererat sinergitas antara TNI, Kementerian Pertahanan, dan Pemerintah Daerah dalam mendukung tugas negara di kancah internasional. (dha)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.