Kerja Sama TNI dan Kementan Target Swasembada, Babinsa Akan Jadi Penyuluh Pertanian

Jakarta, IDM - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meneken nota kesepahaman (MoU) untuk mendukung pembangunan di bidang pertanian. MoU ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Agus mengatakan bahwa melalui MoU tersebut, lahan-lahan tidur milik TNI dapat dioptimalkan fungsinya untuk dijadikan lahan pertanian. Lanjutnya, untuk mendukung tercapainya MoU tersebut, TNI akan memberikan penyuluhan terlebih dahulu kepada para Bintara Pembina Desa (Babinsa) terkait sistem pertanian.
"Tentunya Babinsa-Babinsa, saya akan berikan penyuluhan dulu tentang pertanian, bagaimana cara menanam jagung, menanam padi," kata Agus seperti dikutip dari Antara, Selasa, (5/12).
Baca Juga: Kuasa Hukum Pembunuh Imam Masykur Minta Oknum Tiga Prajurit Jangan Dihukum Mati
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Andi Amran Sulaiman mengatakan pihaknya sangat memerlukan bantuan TNI, khususnya para Babinsa, karena Kementan mengalami kekurangan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
"PPL kami hanya 40 ribu lebih dan itu moratorium, tidak boleh ditambah, padahal kami butuh kurang lebih 74 ribu sampai 80 ribu. Artinya, yang tersedia hanya separuh PPL dari kebutuhan," kata Amran.
Menurut dia, kerja sama tersebut penting dilakukan guna tercapainya swasembada pangan nasional.
Baca Juga: Hadapi Tantangan yang Dinamis, KSAL Upayakan Pemenuhan dan Modernisasi Alutsista Armada RI
"Kita bisa swasembada. Nah, ke depan, sinergi ini kami mencoba menekan impor satu dua tahun ke depan. Kemudian, tahun ketiga mudah-mudahan sudah kembali swasembada," jelasnya.
Dia mencontohkan bahwa Indonesia pernah menapai swasembada pangan pada tahun 2017, 2019, dan 2020. Hal tersebut terjadi berkat kontribusi TNI.
"Tiga kali swasembada itu (berkat) kontribusi TNI, mulai dari panglima sampai tingkat Babinsa," ujar Amran. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































