HANKAM

Kerja Sama Pertahanan “Badr”, Kemhan RI: Akan Ditindaklanjuti lewat Pertemuan Industri Pertahanan

Turkiye, Qatar dan Indonesia
Turkiye, Qatar, Indonesia, dan Pakistan menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) Badr di Doha, Qatar. (Foto: Dok. Kemhan RI)

Jakarta, IDM – Indonesia bersama Turkiye, Qatar, dan Pakistan baru saja menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) Badr di Doha, Qatar, Rabu (21/10).

Dalam penandatanganan “Project Badr" tersebut, Indonesia diwakili oleh Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi Marsekal TNI Yusuf Jauhari bersama para pimpinan pertahanan tiga negara, antara lain Wakil Perdana Menteri & Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar Sheikh Saoud bin Abdulrahman Al Thani, Menteri Pertahanan Nasional Turkiye Yasar Guler, Presiden Presidensi Industri Pertahanan Turkiye (SSB) Haluk Gorgun, serta Menteri Pertahanan Federal Pakistan Khawaja Muhammad Asif.

Baca Juga: Jadi Wamenhan, Richard Tampubolon Juga Emban Amanah sebagai Sekretaris DPN Gantikan Donny Ermawan

“Melalui inisiatif strategis ini, keempat negara menyepakati kolaborasi mencakup pilar riset dan pengembangan, alih teknologi, manufaktur alat utama sistem persenjataan (alutsista) hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan kedaulatan rantai pasok global (global supply chain sovereignty),” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangannya, Kamis (22/10).

Sebagai langkah konkret, lanjut Rico, seluruh pihak berorientasi pada rencana investasi yang berkelanjutan dan menguntungkan (profitable plan), kemudian ditindaklanjuti melalui pertemuan industri pertahanan atau defence industry meeting dari keempat negara tersebut.

“Penyelenggaraan defence industry meeting berkala serta peluang penjajakan kerja sama lanjutan dengan negara sahabat lainnya setelah tiga bulan masa implementasi,” tutur Rico.

Menurut Kementerian Pertahanan Turkiye, “Project Badr” diharapkan mampu mempercepat lahirnya solusi pertahanan yang relevan dengan tantangan keamanan modern sekaligus mendukung perkembangan industri pertahanan di masing-masing negara.

Baca Juga: Kupas Tuntas Pertahanan Maritim, KSAL Beberkan Peran OMP-OMSP hingga Diplomasi Laut

Selain itu, kerja sama tersebut juga diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi melalui integrasi kemampuan produksi dan pemanfaatan sumber daya industri yang dimiliki setiap negara peserta.

Kemhan RI menulis, kerja sama Badr juga memperkuat kemampuan nasional di berbagai bidang vital, termasuk transfer teknologi, pendanaan (financing) hingga rekayasa teknik (engineering).

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.