HANKAM

Kerja Sama di Bidang Keselamatan, TNI AU dan RAAF Gelar Safety Airworthiness Joint Working Group

Sathar 91
Kunjungan delegasi TNI AU dan RAAF ke Sathar 15 dan Sathar 91 sebagai bagian dari program Safety Airworthiness Joint Working Group. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM – Delegasi TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF) menggelar kegiatan bertajuk ‘Safety and Airworthiness Joint Working Group’ (SAJWG).

Melansir keterangan TNI AU, Sabtu (15/6), kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wadah koordinasi angkatan udara kedua negara untuk meningkatkan sistem pengelolaan keselamatan (safety management system).

Sejumlah kegiatan dilakukan oleh para personel yang ambil bagian dalam program ini, salah satunya adalah penandatanganan ‘Certificate of Completion’ oleh Kapuslaiklambangjaau Marsda TNI Danet Hendriyanto dan Air Commodore Tony Jones pada Senin (10/6).

Baca Juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan Miras Ilegal di Sulawesi Utara

Penandatanganan sertifikat tersebut dilakukan setelah Tool Control Improvement Program (TCIP) di Skadron Teknik 021, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta selesai dikembangkan. Momentum yang sama sekaligus menjadi wujud nyata atas komitmen TNI AU dan RAAF terkait dengan peningkatkan keselamatan serta efisiensi operasional.

Sathar 91
Kapuslaiklambangjaau Marsda TNI Danet Hendriyanto dan Air Commodore Tony Jones menandatangani ‘Certificate of Completion’ pengembangan Tool Control Improvement Program (TCIP) di Skadron Teknik 021, Lanud Halim Perdanakusuma. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

“Kerja sama bilateral antara TNI AU dan RAAF di bidang keselamatan telah berkembang pesat dan menghasilkan berbagai program yang sukses, termasuk Tool Control Improvement Program.” Kata Marsda TNI Danet Hendriyanto.

Ia juga berharap agar program serupa dapat terus dikembangkan serta ditingkatan sehingga dapat menjadi sumber inspirasi bagi TNI AU dan diterapkan di satuan-satuan lainnya.

Baca Juga: Penampakan Ratusan Senjata Milik OPM yang Disita Koops Habema

Pernyataan senada disampaikan oleh Air Commodore Tony Jones yang berharap Program Tool Control Improvement Program (TCIP) dapat dilihat dan diadopsi oleh skadron teknik lainnya. Lebih lanjut Tony juga merasa bangga atas pencapaian yang diraih oleh TNI AU dan RAAF dalam sejumlah kerja sama.

Dua hari berselang, delegasi TNI AU dan RAAF kemudian melakukan kunjungan ke Satuan Pemeliharaan (Sathar) 15 Depo Pemeliharaan (Depohar) 10, serta Sathar 91 Depohar 90 Komando Pemeliharaan Materiil Angkatan Udara (Koharmatau), Bandung, Rabu (12/6).

Pada kesempatan tersebut, delegasi RAAF yang dipimpin oleh Air Commodore Anthony Philip Jones berkesempatan meninjau pengembangan fasilitas hanggar hasil kerja sama TNI AU dan RAAF dalam program SAJWG di Sathar 15. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.