Keris Woomera 2026: TNI AD-ADF Latihan EOD, Survival, dan Evakuasi Raung

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Darat dan Australian Defence Force (ADF) menggelar berbagai materi latihan dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026. Kegiatan ini berlangsung di Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur.
Dilansir dari keterangan Puspen TNI pada Senin (19/10), salah satu materi yang dilaksanakan adalah latihan bertahan hidup (survival training). Latihan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan prajurit dalam bertahan hidup di alam terbuka, khususnya saat menghadapi keterbatasan logistik dan medan yang menantang selama operasi militer.

Dalam latihan tersebut, prajurit dari kedua negara mempelajari cara mengenali jenis tumbuhan, dedaunan, dan satwa yang dapat dijadikan sumber makanan, serta membedakannya dari yang berbahaya atau tidak layak dikonsumsi. Pengetahuan ini menjadi bekal penting agar prajurit mampu mengambil keputusan secara tepat dan menghindari risiko keracunan maupun ancaman satwa liar ketika berada jauh dari dukungan logistik.
Baca Juga: TNI AD Kerahkan Kemampuan untuk Percepat Pemadaman Karhutla, Fokus ke Lahan Gambut
Sementara itu, dilansir dari Penyonzipur 5, kegiatan latihan berikutnya di lokasi yang sama difokuskan pada penanganan bahan peledak atau Explosive Ordnance Disposal (EOD). Pada sesi ini, prajurit dari Batalion Zeni Tempur 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama ADF berfokus pada peningkatan kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, dan menetralisasi ancaman bahan peledak rakitan (Improvised Explosive Device/IED) serta amunisi berbahaya di medan operasi.

"Rangkaian latihan meliputi pengamanan dan pembersihan area (clearing zone), penanganan IED di medan kritis, hingga pemeriksaan dan pembersihan ruangan di dalam bangunan. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara terukur dengan dukungan Kendaraan Khusus Penjinak Bahan Peledak (Ransus Jihandak) dan peralatan khusus milik Yonzipur 5/ABW guna mendukung keselamatan personel serta keberhasilan pelaksanaan tugas," tulis keterangan Yonzipur 5.
Selain itu, dilansir dari Penkorem 072/Pamungkas, latihan Non-combatant Evacuation Operation (NEO) dengan metode Table Top Exercise (TTX) juga turut digelar. Latihan ini menyimulasikan situasi darurat akibat erupsi Gunung Raung guna menguji kesiapan kedua negara dalam merencanakan evakuasi warga secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Baca Juga: Lanud J.B. Soedirman Bantu Warga Purbalingga Penuhi Kebutuhan Air Bersih
Dalam latihan tersebut, para peserta membahas penentuan wilayah terdampak dalam radius 5 kilometer dari gunung, identifikasi desa prioritas evakuasi, penetapan titik kumpul yang aman, hingga perencanaan jalur evakuasi. Seluruh pembahasan dilakukan melalui koordinasi antarpihak dengan mengutamakan keselamatan jiwa warga terdampak.
Latihan NEO TTX ini menjadi momentum penting bagi TNI dan ADF untuk menyelaraskan prosedur penanganan krisis, termasuk bencana alam, melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































