Keris Woomera 2026: Australia Geser Pasukan Amfibi Beserta Fregat dan Kapal “Tanker” ke Jawa Timur

Jakarta, IDM – Angkatan Bersenjata Australia atau Australian Defence Force (ADF) mengerahkan pasukan amfibi beserta tiga kapal perang mereka dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 dengan TNI.
Tiga kapal perang tersebut antara lain kapal pendarat HMAS Choules, fregat HMAS Perth, dan kapal tanker HMAS Choules, yang merapat ke Jawa Timur.
“ADF mengerahkan Pasukan Amfibi Australia dengan kapal HMAS Choules dalam latihan ini, bersama kapal HMAS Perth dan HMAS Stalwart,” tulis siaran pers Kedutaan Besar Australia, Selasa (13/10).
Baca Juga: Rampungkan Pendidikan Komando A-50, 436 Prajurit Resmi Bergabung dengan Korpasgat
Helikopter MH-60R Seahawk, Task Group Headquarters, dan Maritime Tactical Operations Team melengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) beserta personel yang dikerahkan Royal Australian Navy atau Angkatan Laut Australia.
Sementara itu, matra udara Australia mengerahkan pesawat C-130J Hercules dan PC-21 dari Skuadron Nomor 4.

Dari matra darat, Australia mengerahkan Howitzer M777 dan High Mobility Artillery Rocket System (Himars).
Adapun TNI mengerahkan kapal korvet KRI Diponegoro-365, artileri dan Multiple Launch Rocket System (MLRS), helikopter Bell-412 dan Panther, serta pesawat tempur ringan Super Tucano.
Latihan akan melibatkan pendaratan amfibi di Jawa Timur, latihan tembak langsung di lapangan tembak TNI, serta integrasi operasi maritim antara angkatan laut kedua negara.
“Indonesia adalah mitra yang penting dan langgeng bagi Australia, dan ini menjadi sangat berarti di mana kami melaksanakan kegiatan latihan luar negeri terbesar kami tahun ini bersama TNI,” kata Commander Joint Operations, Vice Admiral Justin Jones AO, CSC RAN.
Baca Juga: Tingkatkan Kemampuan Tempur Modern, Kostrad Bekali Prajurit Keterampilan Drone
Keris Woomera 2026 resmi dibuka oleh Komandan Pusat Latihan (Danpuslat) Kodiklat TNI Marsekal Pertama Ramot Christian Parlindungan Sinaga bersama Atase Pertahanan Australia untuk Indonesia Brigadier General Micah Batt di geladak HMAS Choules, Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (12/10). Latihan akan digelar di Situbondo dan Manado, hingga 20 Oktober 2026.
Keris Woomera kali ini melibatkan 2.235 personel dari kedua negara, dengan rincian 1.000 personel ADF dan 1.235 personel TNI. Materi latihan meliputi latihan taktis infiltrasi (HIRAIN), pendaratan amfibi (amphibious interoperability training), combined joint live fire exercise, NEO, latihan siber (cyberex), serta latihan pasukan khusus (special forces).
Keris Woomera merupakan kegiatan bilateral Australia-Indonesia yang pertama kali dilaksanakan pada 2024 dan diselenggarakan setiap dua tahun sekali.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































