Kerahkan Hercules untuk Latihan Terjun Kostrad, Danlanud Sultan Hasanuddin: Bentuk Interoperabilitas

Jakarta, IDM – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin mengerahkan pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 33 untuk latihan terjun payung pendidikan dasar Para Divisi Infanteri 3 Kostrad TA. 2025.
Latihan digelar dengan dropping zone di grass trip runway 13/31 Lanud Sultan Hasanuddin, Kamis (23/10).
Latihan penerjunan statik dasar Para Divisi Infanteri 3 Kostrad ini melibatkan 180 penerjun statik dengan tiga sortie dan sembilan run penerjunan di ketinggian 1.200 kaki menggunakan pesawat C-130 Hercules.
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Arifaini Nur Dwiyanto mengatakan bahwa Lanud Sultan Hasanuddin mendukung penuh pelaksanaan latihan penerjunan dasar para Kostrad sebagai bagian dari upaya peningkatan kemampuan dan profesionalisme prajurit TNI.

“Latihan ini merupakan bentuk nyata sinergitas dan interoperabilitas antara TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Darat dalam mendukung tugas pokok TNI. Melalui latihan ini,” ujar Danlanud dalam siaran pers, Jumat (24/10).
Baca Juga: Blokade Penyelundupan Timah, TNI AL Perkuat Operasi dan Latihan dari Laut Jawa hingga Dabo Singkep
Dengan latihan tersebut, Arifaini berharap soliditas antarmatra semakin terbangun. Sebab, kata dia, soliditas menjadi kekuatan utama dalam menghadapi setiap tantangan tugas.
Adapun latihan dasar Para Divisi Kostrad merupakan salah satu program kerja Kostrad yang dilaksanakan sebagai bagian dari pembentukan kemampuan dasar prajurit lintas udara. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































