Kerahkan Casa 212 hingga Hercules C-130, TNI AU Gelar Uji Landasan di Bandara IKN

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan tiga tipe pesawat yakni Casa 212/A-21-4; CN 295/A-2905; dan Hercules C-130/A-1338 untuk melakukan uji landasan (take off dan landing) di Bandara VVIP Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan, Kalimantan Timur.
Uji landasan tersebut sesuai dengan arahan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono kepada Tim Gabungan TNI Angkatan Udara yang terdiri dari Tim Puslaiklambangja Mabesau, Koopsudnas, dan Koopsud II dengan tujuan untuk mempercepat operasional Bandara IKN.
Baca Juga: Disandera 1,5 Tahun, Pilot Susi Air Akhirnya Dibebaskan OPM
Untuk uji coba pertama dilakukan dengan menggunakan pesawat Casa 212/A-2104 pada Sabtu (14/9). Pesawat tersebut diawaki oleh Mayor Pnb Susilo Aidsaputro sebagai pilot. Sementara itu, bertindak sebagai co-pilot adalah Kapten Pnb Faizal Fibriyan. Dua kru lainnya adalah Lettu Pnb Luthfian Dwi Parendahsyah dan Letda Pnb M. Tsalis Fahmi.

Sehari kemudian, pada Minggu (15/9), uji coba dilanjutkan dengan pesawat CN 295/A-2905 yang diawaki oleh Letkol Pnb Fitrianto Ali Ngimron sebagai instruktur pilot, dengan Kapten Pnb Ryan Parafoila dan Lettu Pnb Kukuh Dedy Riyantoko masing-masing bertindak sebagai captain pilot serta co-pilot.
Baca Juga: Kunjungan KSAD ke Sumut, Resmikan Sumber Air Hingga Serahkan Perahu Pengangkut Sampah
Uji coba terakhir dilakukan oleh pesawat Hercules C-130/A-1338 pada Jumat (20/9). Kru pesawat yang bertugas saat itu adalah Letkol Pnb A. Muh. Averroes A. M sebagai pilot dan co-pilot adalah Kapten Pnb Gustine Rossyan.
Melansir keterangan TNI AU dalam instagram @militer.udara, Sabtu (21/9) dijelaskan, sebelum melakukan uji terbang, TNI AU terlebih dahulu melaksanakan survei lanjutan untuk mengecek kondisi runway di Bandara VVIP IKN pada Jumat (13/9).
“Rangkaian kegiatan berupa survei pengecekan airside Bandara VVIP IKN, yang kemudian diikuti oleh pengambilan data-data di lapangan melalui penglihatan visual, pengukuran langsung, foto-foto di lapangan serta koordinasi dan diskusi untuk memperoleh informasi yang diperlukan terkait kesiapan airside Bandara VVIP IKN di Provinsi Kalimantan Timur,” jelas TNI AU.
Baca Juga: Ikuti Pameran HUT ke-79 TNI, Lanud SMH Kenalkan TNI AU kepada Pelajar hingga Masyarakat Palembang
Merujuk pada hasil survei tersebut, Bandara VVIP IKN Provinsi Kalimantan Timur memiliki dimensi runway 2.200 x 30 meter, dengan dimensi shoulder 7.5 meter dan dimensi taxiway 153 meter x 23 meter.
“Landasan bandara tersebut didesain untuk memiliki kualitas aspal yang memenuhi syarat sebagai tempat pendaratan bagi pesawat saat melaksanakan breaking action, di mana sebelum mencapai 2.200 meter pesawat telah berhenti dengan konfigurasi normal,” pungkas TNI AU. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































