Kepala Staf Angkatan Darat Terima Medali Kehormatan Negara Kamboja

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menerima Knight Class Medal of the Order yang disematkan langsung oleh Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, di Phnom Penh, Kamboja, Jumat (11/8).
Medali kehormatan negara ini diberikan kepada Dudung atas jasa-jasanya dalam meningkatkan hubungan militer matra darat antara TNI AD dengan Angkatan Darat (AD) Kerajaan Kamboja.
Hun Sen mengapresiasi peningkatan hubungan kerja sama di antara Angkatan Darat kedua negara yang telah terjalin erat selama ini.
Pada kesempatan tersebut, Dudung juga melaporkan hasil pembicaraannya dengan Kepala Staf Angkatan Darat Kerajaan Kamboja, General Hun Manet terkait peningkatan hubungan kerja sama militer dalam hal latihan bersama anti teror, penanggulangan bencana, terjun payung, sampai dengan kerja sama di tingkat perorangan.
Baca Juga: Selama Dua Pekan, TNI AL-Amerika Serikat Ikuti Latma Seacat 2023 di Singapura
Dalam kunjungan kerjanya ke Kamboja, Dudung juga melakukan peninjauan ke Markas Pasukan Khusus 911 Kamboja dan menerima penyematan Wing Jump Master. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































