Kenang Perjuangan Veteran, Ketum LVRI: Momentum Perkuat Persatuan

Jakarta, IDM – Ketua Umum DPP Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jenderal TNI (Purn.) H.B.L. Mantiri mengingatkan bahwa Hari Veteran Nasional bukan sekadar perayaan tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan NKRI.
Semangat itu, ia ungkapkan dalam pidatonya saat peringatan Hari Veteran Nasional 2026 di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (12/8). Ia menuturkan, 10 Agustus memiliki makna historis yang sangat penting bagi bangsa Indonesia dan para veteran. Tanggal itu tidak terlepas dari pertempuran Surakarta yang berlangsung 7-10 Agustus 1949. Ketika para pejuang menunjukkan keberanian dan pengorbanan dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa.
Baca Juga: Sepanjang 2025-2026, TNI AL Gagalkan Narkoba dan Tambang Ilegal Rp30,3 Triliun
Keberhasilan para pejuang dalam pertempuran empat hari itu membawa pengaruh positif pada Konferensi Meja Bundar pada 23 Agustus hingga 2 November 1949 di Den Haag, Belanda. Konferensi ini menjadi titik akhir dari perjuangan panjang Indonesia memperoleh kedaulatan penuh dari Belanda. Kisah pertempuran empat hari itu pun mendapat pengakuan resmi dari negara melalui pernyataan lisan Presiden RI Soekarno bahwa mereka yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan adalah sebagai veteran.
Kemudian, pengakuan tersebut diperkuat dengan menetapkan 10 Agustus sebagai Hari Veteran Nasional melalui Kepres No. 30 tahun 2014. Tema Hari Veteran Nasional tahun ini 'Veteran Menjaga Nilai Juang, Menginspirasi Indonesia Maju' mengandung pesan bahwa nilai-nilai perjuangan 1945 harus tetap menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
"Rela berkorban, pantang menyerah, gotong-royong, disiplin, dan cinta tanah air merupakan modal sosial yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus agar Indonesia mampu menjadi bangsa yang maju tanpa kehilangan jati dirinya," ujarnya.
Ia pun menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pemerintah Republik Indonesia, TNI, Polri, Kementerian dan Lembaga, Pemerintah daerah, dunia usaha, serta seluruh masyarakat yang selama ini memberikan perhatian kepada para veteran.
Baca Juga: Ancaman Drone Makin Meningkat, Kemhan Siapkan Strategi Counter-UAS Berlapis
"Kepedulian itu merupakan cerminan bahwa bangsa Indonesia tetap menghargai jasa para pahlawan dan para pejuangnya serta berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai perjuangan sebagai bagian dari karakter nasional," imbuhnya.
"Marilah kita jadikan Hari Veteran Nasional bukan hanya sebagai peringatan tahunan tetapi sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan nasionalisme, dan meneruskan semangat pengabdian bagi kita semua dan bagi kemajuan bangsa," pungkasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































