Kenakan Batik dan Cium Bendera Merah Putih, Delapan Anggota OPM Kembali ke Pangkuan NKRI

Jakarta, IDM – Delapan anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dari Kodap XV/NK secara sukarela menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Seremoni penyambutan kedelapan anggota OPM itu digelar melalui upacara di Lapangan Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Rabu (10/6).
Unsur TNI, pemerintah distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh adat, para pendeta, serta ratusan warga masyarakat Kiwirok yang berasal dari dua belas kampung, menyambut momentum tersebut.
Dalam prosesi, kedelapan anggota OPM itu mengenakan pakaian batik dan mencium bendera Merah Putih.
Lewat sambutannya, Wakil Panglima Komando Operasi (Koops) TNI Habema Brigjen Riyanto mengungkapkan rasa syukur karena dapat kembali menginjakkan kaki di Kiwirok dan menyaksikan perubahan positif yang terus tumbuh di tengah masyarakat.

Riyanto mengenang perjalanan panjang Kiwirok dan menekankan bahwa masa depan Papua tidak dibangun dengan permusuhan, melainkan melalui persaudaraan, dialog, dan kerja sama.
"Kita semua memiliki harapan yang sama, yaitu anak-anak dapat bersekolah dengan tenang, masyarakat dapat berkebun dan berdagang dengan aman, serta kampung-kampung berkembang menjadi tempat yang membawa kesejahteraan bagi seluruh warganya. Mari kita bergandengan tangan membangun Papua bersama-sama. Kita semua TNI siap mendampingi masyarakat mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera,” kata Riyanto saat mengadiri prosesi tersebut.
Baca Juga: Dinas Pembinaan Jasmani TNI AU Gelar Latihan di Bidang Kebugaran dan Antropometri
Riyanto juga mengajak saudara-saudara yang hingga kini masih berada di hutan agar tidak ragu kembali kepada keluarga dan masyarakat. Ia mengatakan, pintu perdamaian selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin meninggalkan konflik dan ikut serta membangun kampung halaman.
Sementara itu, Kepala Distrik Kiwirok, Abdeus Tepmul menekankan bahwa pemerintah distrik bersama masyarakat akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur untuk mempercepat pemulihan dan pembangunan di Kiwirok beserta 12 kampung di wilayahnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































