HANKAM

Kemhan Targetkan Bentuk Dua Batalion Komcad di Tiap Kabupaten/Kota

Donny Ermawan Taufanto
Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto setelah upacara penutupan latsarmil komcad ASN. (IDM/Nirmala Maulana)

Jakarta, IDM – Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan RI menargetkan pembentukan dua batalion komponen cadangan (komcad) di setiap kabupaten/kota di Indonesia.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto setelah upacara penutupan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komcad ASN Kementerian/Lembaga Gelombang I T.A 2026 di Taxiway Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/6).

Baca Juga: Perkuat Intelijen Maritim, Penerbang TNI AL Uji Intai Udara Taktis

“Selain satu batalion infanteri, kami juga mengharapkan di tiap-tiap kabupaten, di 514 kabupaten/kota itu juga ada dua batalion komcad. Kami harapkan seperti itu, targetnya seperti itu,” ujar Wamenhan Donny kepada awak media.

Nantinya, batalion komcad tersebut akan bahu-membahu bersama Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) di setiap kabupaten/kota. Selain itu, batalion komcad bisa membantu satuan organik TNI di daerah.

“Tugas utamanya kalau TNI membutuhkan untuk tugas pertahanan militer, itu dibutuhkan. Kami mengharapkan bantuan mobilisasi dari komcad-komcad di daerah,” kata Donny.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, pembentukan batalion komcad masih sebatas rencana jangka panjang. Belum ada target waktu dan jumlah.

Baca Juga: Jembatan Garuda Tahap III Perkuat Akses Strategis dan Ketahanan Wilayah Papua

“Pembentukannya merupakan program jangka panjang yang disesuaikan dengan kebutuhan pertahanan negara, kemampuan anggaran, serta kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan sarana pendukung,” kata Rico.

Hal ini berbeda dengan pembentukan Yon TP yang ditarget 150 batalion per tahun. Harapannya, pada 2029, sudah terbentuk 500 sampai 750 Yon TP di Indonesia.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.