Kemhan Rumuskan Strategi Pembangunan Papua lewat Keamanan dan Partisipasi Masyarakat

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI melalui Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan merumuskan strategi pembangunan Papua lewat partisipasi masyarakat.
Perumusan itu diawali dengan forum diplomasi pertahanan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (16/10). Forum dihadiri para atase pertahanan, baik daring maupun luring, hingga tokoh Papua.
Direktur Jenderal Strategi Kemhan RI Mayjen TNI Agus Widodo mengatakan, komitmen terhadap Papua tidak terbatas pada aspek keamanan atau stabilitas semata.
“Tetapi juga tentang memastikan bahwa masyarakat Papua dapat menikmati kemajuan dan kesejahteraan bangsa secara setara,” ujar Agus dalam sambutannya.
Baca Juga: TNI Tembak 14 Anggota Kelompok Bersenjata OPM di Distrik Homeyo
Agus mengatakan, hal itu sejalan dengan Kebijakan Pertahanan Negara 2025-2029, yakni penguatan diplomasi pertahanan harus berjalan beriringan dengan diplomasi publik.
“Melalui penyebaran narasi yang akurat, konstruktif, dan inspiratif tentang Papua, kita tidak hanya menangkal disinformasi, tetapi juga memperkuat persatuan nasional melalui pemahaman dan rasa saling percaya,” kata Agus.
Kementerian Pertahanan juga memandang Papua sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari arsitektur strategis Indonesia.
Baca Juga: 48 Kolonel TNI AD Dimutasi, Ini Daftar Lengkapnya
“Wilayah yang memiliki nilai geografis penting, kekayaan budaya yang luar biasa, serta dinamika sosial yang tinggi,” ucap Agus.
Tokoh Papua yang hadir dalam forum itu antara lain akademisi sekaligus praktisi pembangunan Papua Johni Jonathan Numberi dan tokoh pemuda Papua sekaligus Ketua Pemuda Adat Tabi Pascal Norotouw.

“Dalam kegiatan diplomasi forum ini, saya menyampaikan tentang diplomasi pembangunan, percepatan infrastruktur, kesejahteraan, dan informasi pembangunan peran pemuda dalam era digital di Papua,” kata Johni selepas forum.
Johni berharap peserta forum, termasuk para atase pertahanan, mengetahui kondisi nyata tentang kemajuan di Papua, khususnya di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Jejak Kejahatan 14 OPM yang Ditembak TNI
Sementara itu, Pascal Norotouw berharap komite dan badan bentukan pemerintah untuk Papua bisa bersinergi. Pascal juga berharap para pemuda Papua dilibatkan dalam program-program pembangunan.
Terlebih, Presiden RI Prabowo Subianto baru saja membentuk Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.
“Harapan kami semoga dalam kebijakan ini tentu ada program-program untuk mendorong perencanaan (pembangunan) yang melibatkan pemuda,” kata Pascal. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































