Kemhan RI: Pengerahan Pasukan Perdamaian di Wilayah Konflik Tunggu Mandat dari PBB

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI menyatakan, pengerahan pasukan perdamaian di wilayah konflik harus melalui persetujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Hal ini disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang menanggapi pidato Presiden Presiden Prabowo dalam sidang PBB, Selasa (23/9).
Presiden Prabowo menyatakan siap mengirimkan pasukan perdamaian di berbagai wilayah konflik seperti Palestina, Sudan, Libya hingga Ukraina.
Baca Juga: Program KKRI, Ajak Siswa SMA-SMK Bela Negara
“Ketika kita mengirimkan pasukan perdamaian dalam konteks PBB, itu tidak bisa atas keputusan kita sendiri, itu harus ada mandat dari PBB dan harus ada persetujuan dari negara yang punya otoritas,” kata Frega dalam keterangan pers, dikutip Senin (29/9).
Indonesia telah memiliki Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI yang sudah dibangun sejak 2012. Frega mengatakan, pasukan itu setiap saat siap digerakan.
“Terkait dengan jumlah peacekeeping force (pasukan perdamaian), saat ini kita masuk di 10 besar negara kontributor untuk pasukan perdamaian dunia,” ujar Frega.
Baca Juga: HUT ke-80, Ramai-ramai Prajurit TNI ke Dili Kenang Perjuangan Pahlawan yang Gugur
Pada prinsipnya, lanjut Frega, Kemhan dan TNI siap jika sudah menerima mandat dari PBB dan Presiden Prabowo.
“Kemhan dan TNI selalu siap mendukung apa yang diputuskan oleh Bapak Presiden, baik itu dari konteks alutsista, sumber daya manusia (SDM) atau kesiapan lain,” kata Frega. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































