Kemhan RI-ITB Tanda Tangani Kesepakatan Pengembangan IPTEK

Bandung, IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto dan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Reini Wirahadikusumah, Ph.D., menandatangi kesepakatan antara Kemhan RI dan ITB tentang penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung pertahanan negara.
Penandatanganan kesepakatan tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Menhan Prabowo ke ITB, Rabu (03/11).
Kehadiran ITB menjadi penting mengingat universitas yang berdiri sejak 1959 mengemban misi pengabdian ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan Indonesia.
Dalam sambutannya Menhan Prabowo mendukung ITB untuk selalu mengembangkan inovasi dalam bidang pertahanan.
Investasi dalam bidang IPTEK diharapkan dapat membuat pertahanan negara akan semakin kuat.
Turut hadir mendampingi Menhan Prabowo dalam kegiatan tersebut yaitu Kabalitbang Kemhan RI Marsda TNI Julexi Tambayong, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhan Mayjen TNI Dr. Jonni Mahroza, Dekan Fakultas MIPA Militer Unhan RI Dr. Ir. Ence Darmo, dan Staf Khusus Menhan Sabam Rajagukguk. (YAS)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































