Kemhan: Penambahan Dana Perekrutan 24.000 Tamtama Sudah Dikalkulasi

Jakarta, IDM – Kepala Biro Humas Setjen Kemhan RI, Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang memastikan ada penambahan dana perekrutan 24.000 tamtama TNI AD, tapi semuanya sudah dikalkulasi.
Pernyataan tersebut untuk merespon kritik terkait perekrutan 24.000 tamtama TNI AD yang dinilai berlebihan, dan tidak sesuai tupoksi.
Baca Juga: Dua Ton Narkoba Dimusnahkan, KSAL: TNI AL Komitmen Hadapi Ancaman Kejahatan Lintas Batas
"Saya kurang tahu nominalnya, tapi pastinya sudah dalam kalkulasi dan tentunya juga untuk mendukung kedaulatan negara," kata Frega di Jakarta, Jumat (13/6).
Lebih lanjut ia juga memastikan proyeksi perekrutan itu sudah dihitung dengan cermat.
Baca Juga: Satbravo 90 – US AFSOC Tingkatkan Interoperabilitas Pasukan Khusus dalam JCET Teak Iron 2025
"Kebutuhan-kebutuhan ada itu pastinya dari Angkatan Darat, kemudian TNI sudah menghitung, sejauh mana dibutuhkan, apalagi dengan saat ini kan kita memahami bahwa komposisi personel kita kan selama ini belum ideal," jelas Frega.
"Makanya Bapak Menhan dalam beberapa kesempatan langsung turun ke Rindam-Rindam, ke Skadik-Skadik, kemudian juga di Angkatan Laut, Darat, dan Udara, untuk meyakinkan bahwa semua dukungan itu terpenuhi, kemudian proses latihannya itu sesuai dengan norma, sehingga ketika prajurit-prajurit itu lulus, dan dicetak, mereka bisa berkontribusi secara optimal menjaga kedaulatan negara seperti ini," tutup Frega. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































