HANKAM

Kemhan: Malaysia Tertarik Pelajari Pengembangan Kemampuan MRO di Indonesia

Donny Ermawan Taufanto dan H.E. Datuk Mohd Yani bin Daud
Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto menerima kunjungan Deputy Secretary General (Policy) Kementerian Pertahanan Malaysia H.E. Datuk Mohd Yani bin Daud. (Foto: Dok. Kemhan RI)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI menyatakan, Malaysia tertarik mempelajari pengembangan kemampuan pemeliharaan dan perawatan (harwat) alat utama sistem persenjataan (alutsista) atau yang biasa disebut maintenance, repair, and overhaul (MRO) di Indonesia.

Ketertarikan itu disampaikan Deputy Secretary General (Policy) Kementerian Pertahanan Malaysia H.E. Datuk Mohd Yani bin Daud saat menemui Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto di Kemhan RI, Jakarta Pusat, Jumat (5/6).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama industri pertahanan dan peningkatan kapasitas MRO di kawasan ASEAN.

Baca Juga: Bersihkan Pesisir Pantai, Danlanud Raden Sadjad: Sejalan dengan Program Presiden dan Bangun Kualitas Hidup yang Sehat

“Malaysia juga menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari pengalaman Indonesia dalam pengembangan kemampuan MRO dan industri pertahanan,” kata Rico kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Senin (8/6).

Namun, Rico menyebut, pembahasan belum menyentuh terkait rencana Indonesia dijadikan pusat MRO pesawat Hercules di kawasan Asia.

Sebagai informasi, Amerika Serikat menawari Indonesia dijadikan pusat MRO Hercules di Asia. Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan Bandar Udara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, untuk dijadikan pusat MRO pesawat angkut produksi Lockheed Martin itu.

Baca Juga: Gantikan Letjen Robi Herbawan, Mayjen Ari Yulianto Resmi Jabat Kepala Intelijen Pertahanan Kemhan

“MRO yang dimaksud (dalam pertemuan) tidak secara spesifik merujuk pada rencana MRO Hercules di Kertajati,” tutur Rico.

Sampai saat ini, lanjut Rico, belum ada pembahasan maupun kesepakatan khusus mengenai keterlibatan Malaysia dalam rencana MRO Hercules di Bandara Kertajati.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Malaysia menyampaikan komitmen untuk meningkatkan kerja sama pertahanan, termasuk rencana pelaksanaan ADMM-Plus guna memaksimalkan hasil kesepakatan. Malaysia juga mengusulkan penyelenggaraan latihan bersama yang melibatkan ASEAN beserta negara mitra.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.