HANKAM

Kemhan Kerja Sama dengan Kemenkes Perketat Deteksi Dini Kesehatan Peserta Latsarmil SPPI

Wamenhan Donny Ermawan Taufanto
Wamenhan Donny Ermawan Taufanto mengadakan pertemuan dengan Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus di RSAU Esnawan Antariksa, Halim Perdanakusuma, Minggu (28/6), membahas deteksi dini kesehatan latsarmil calon manajer KDKMP dan KNMP. (Foto: Dok. Kemhan RI)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI untuk memperketat deteksi dini kesehatan para peserta latihan dasar kemiliteran (latsarmil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026.

Terbaru, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto mengadakan pertemuan dengan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus di RSAU Esnawan Antariksa, Halim Perdanakusuma, Minggu (28/6), membahas deteksi dini kesehatan latsarmil calon manajer KDKMP dan KNMP.

Baca Juga: Skenario Perang Modern, Marinir TNI AL Jajal Helikopter Osprey AS di Hawaii

Donny dan Benjamin Paulus melakukan evaluasi bersama guna memperketat deteksi kondisi kesehatan peserta didik melalui upaya pencegahan sekunder dan tersier, sekaligus menyempurnakan standar operasional prosedur (SOP) penanganan darurat di lapangan.

“Evaluasi tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta memastikan proses pendidikan dan pelatihan berlangsung dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan peserta didik secara menyeluruh,” tulis siaran pers Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI, dikutip Senin (29/6).

Kemhan bersama panitia seleksi nasional (panselnas) mengevaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan latsarmil SPPI KDKMP dan KNMP 2026 setelah lima peserta meninggal dunia.

Baca Juga: KSAD Maruli Beri Penghargaan Khusus untuk Patriot Judo dari Tahun 60-an, Siapa Mereka?

Atas arahan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, penyelenggara latsarmil telah mengevaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan, pengawasan medis, profiling kesehatan peserta, penyesuaian intensitas kegiatan, sistem rujukan rumah sakit, dan mekanisme deteksi dini bagi peserta yang memiliki faktor risiko.

“Kegiatan juga diarahkan agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui metode pembelajaran yang membangun semangat, kerja sama, problem solving, dan suasana yang lebih menggembirakan,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kemhan RI Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia dalam konferensi pers di Kemhan RI, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6).

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.