HANKAM

Kemhan: “Drone” Siluman Kizilelma dari Turkiye Masih Penjajakan

Drone siluman Bayraktar Kizilelma
Drone siluman Bayraktar Kizilelma (Foto: Dok. Baykar Technologies by airforce-technology.com)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI memastikan belum ada kontrak terkait pengadaan pesawat nirawak atau drone siluman Bayraktar Kizilelma produksi Baykar, perusahaan asal Turkiye.

Hal ini disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menanggapi berita yang dilaporkan media pertahanan asal Turkiye, Turkish Defence Agency, pada Sabtu (10/10).

Turkish Defence Agency menyebut, Indonesia bakal menjadi negara pertama yang membeli unmanned combat aircraft (UCAV) Kizilelma. Indonesia dilaporkan membeli 12 unit pada tahap pertama.

Baca Juga: Perlu Anda Tahu! Ini Perbedaan Komponen Cadangan dan Wajib Militer

“Kementerian Pertahanan RI menegaskan bahwa informasi mengenai pembelian 12 unit drone Bayraktar Kızılelma oleh Indonesia adalah tidak benar. Sebab, hingga saat ini belum ada penandatanganan kontrak pengadaan maupun komitmen pembelian untuk platform tersebut,” kata Rico kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Senin (12/10).

Karo Infohan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait
Karo Infohan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait (Foto: Dok. Kemhan RI)

Rico mengatakan, pemerintah Indonesia memang terus aktif menjajaki kerja sama teknologi pertahanan dengan berbagai negara mitra strategis, termasuk Turkiye.

“Namun, khusus untuk Kızılelma, statusnya masih sebatas penjajakan dan diskusi awal,” ujar Rico.

Baca Juga: Raih Patch Thunder, Tiga Penerbang TNI AU Rampungkan Program Konversi XIV Sukhoi

Kemhan RI menekankan, setiap rencana modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI dipastikan selalu berjalan sesuai mekanisme perencanaan, kajian kebutuhan operasional, dan prosedur pengadaan yang berlaku.

Sebelumnya, perusahaan swasta asal Indonesia, Republikorp Group dan Baykar meneken kerja sama pengadaan UCAV Kizilelma di sela ajang SAHA 2026 di Istanbul, Turkiye, pada 6 Mei 2026. Kerja sama meliputi pengembangan bersama drone Kizilelma, termasuk transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), fasilitas maintenance, repair, and overhaul (MRO) hingga riset.

Melalui kolaborasi antara Baykar dan PT Republik Aero Dirgantara tersebut, pengembangan operasional drone siluman Kizilelma ditargetkan memperkuat kemampuan UCAV Indonesia mulai tahun 2028.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.