HANKAM

Kemhan Dorong Klasifikasi Ancaman Non-Militer, Sekjen: Tantangan Bangsa Kian Kompleks

Klasifikasi Ancaman Non-Militer
Rapat Lanjutan Reformasi Birokrasi Pertahanan Negara. (Foto: Dok. kemhan.go.id)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia terus memperkuat langkah reformasi birokrasi di sektor pertahanan melalui koordinasi lintas instansi.

Hal ini ditegaskan dalam Rapat Lanjutan Reformasi Birokrasi Pertahanan Negara yang dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kemhan, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, di Bogor, Rabu (20/8).

Rapat yang diselenggarakan oleh Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Setjen Kemhan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan strategis untuk memperkuat ketahanan nasional melalui pendekatan birokrasi yang adaptif dan kolaboratif.

Baca Juga: Cium Panji TNI AD, Jenderal Tandyo Budi Revita Dilepas Bertugas Jadi Wakil Panglima TNI

Salah satu agenda utama dalam rapat tersebut adalah pembahasan klasifikasi ancaman non-militer yang dihadapi Indonesia. Klasifikasi ini dinilai penting untuk memastikan bahwa setiap kementerian, lembaga, dan instansi terkait dapat berkontribusi secara tepat sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Ancaman yang dihadapi bangsa saat ini semakin kompleks, ditandai dengan situasi volatility, uncertainty, complexity, ambiguity (VUCA) yang penuh ketidakpastian, kerumitan, serta perubahan cepat,” ujar Tri Budi dalam sambutannya dikutip dari laman Kementerian Pertahanan, Kamis (21/8).

Ia menambahkan bahwa ancaman non-militer kini mencakup berbagai isu strategis seperti krisis ekonomi, krisis pangan, perubahan iklim, krisis kesehatan, hingga ketegangan geopolitik global.

Baca Juga: KRI Bima Suci Lanjutkan Misi Pelayaran ke Thailand

Oleh karena itu, keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam membangun sistem pertahanan yang responsif dan terintegrasi.

Melalui forum ini, Kemhan mendorong terciptanya sinergi antarinstansi dalam menghadapi tantangan multidimensi yang tidak lagi bersifat konvensional.

Reformasi birokrasi di sektor pertahanan diharapkan tidak hanya memperkuat struktur internal, tetapi juga memperluas jejaring kerja sama nasional dalam menghadapi ancaman yang bersifat asimetris dan non-tradisional. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.