HANKAM

Kemhan Berencana Bentuk Komcad untuk Program Ketahanan Pangan Papua Selatan, Beriringan dengan Yon TP

Kabacadnas Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema
Kabacadnas Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema (depan mic). (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI melalui Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) berencana membentuk pasukan komponen cadangan (komcad) untuk program ketahanan pangan di Papua Selatan.

“Di Papua juga dalam waktu dekat, (di Provinsi Papua Selatan), dalam konteks program untuk ketahanan pangan, kita akan segera membentuk bersama masyarakat dan pemerintah daerah di sana, (membentuk) komcad,” tutur Kepala Bacadnas Kemhan RI Letjen Gabriel Lema setelah pengambilan sumpah komcad ASN di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (3/6).

Baca Juga: Pangdivif 2 Kostrad Pimpin Sertijab Danyonif 515/UTY dan Danyonkes 2/YBH

Gabriel Lema mengatakan bahwa komcad di Papua Selatan akan dibentuk untuk mempercepat pembangunan di sektor ketahanan pangan.

Rencananya, komcad di Papua Selatan akan beriringan atau bahu-membahu dengan prajurit Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) yang sudah berdiri di sana.

“Iya, tapi itu baru rencana. Tapi intinya akan kita bentuk,” kata Kabacadnas.

Baca Juga: Di Hadapan Komcad ASN, Menhan Tekankan Ada “Deep State” yang tak Suka Birokrasi Kuat

Gabriel Lema mengatakan bahwa komcad dapat dimobilisasi untuk melipatgandakan kekuatan komponen utama, dalam hal ini TNI, apabila negara dalam situasi darurat. Di sisi lain, komcad bisa dimobilisasi untuk akselerasi program-program pemerintah.

“Namun, dalam konteks kebutuhan secara nasional, ini yang lebih utama dan terutama. Bagaimana yang utama dan terutama? Kita tahu tantangan yang ada itu begitu banyak, dan kita juga tahu berbagai macam program kebijakan pemerintah, ini langsung (bisa) menjemput setiap anak bangsa (komcad),” kata Gabriel Lema.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.