HANKAM

Kemhan Bekali Wartawan Prosedur Kedaruratan di Daerah Rawan, Kapuspen TNI: Upaya Tingkatkan Kesiapsiagaan

Pembekalan awak media
Sebanyak 42 awak media mendapat pembekalan tentang prosedur kedaruratan di daerah rawan. Pembekalan digelar di Menlatpur Kostrad Sanggabuana. (Foto: Dok. Biro Infohan Kemhan RI)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI bekerja sama dengan Pusat Penerangan TNI menggelar pembekalan kepada awak media tentang prosedur kedaruratan di daerah rawan.

Pembekalan digelar di Resimen Latihan dan Pertempuran (Menlatpur) Kostrad Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat, dari 14-20 Desember 2025.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah saat membuka upacara, mengatakan bahwa pembekalan dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan.

Baca Juga: TNI AL–Rusia Matangkan Konsep dan Skenario Latihan Orruda 2026 di Vladivostok

“Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan para jurnalis, pembekalan ini dirancang secara komprehensif untuk memberikan pemahaman mengenai situasi dan tantangan di daerah rawan,” kata Freddy membacakan amanat Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin.

Sebanyak 42 peserta dari berbagai media akan diperkenalkan isu-isu pertahanan dan kebijakan nasional, termasuk peran dan fungsi TNI serta pola koordinasi yang perlu dipahami awak media saat berada di wilayah tugas aparat pertahanan.

Materi juga mencakup dasar-dasar keselamatan, karakteristik daerah rawan, antisipasi bencana, dan respons awal dalam kondisi darurat sehingga jurnalis memiliki gambaran tindakan aman dan terukur di lapangan.

Baca Juga: KRI John Lie Latihan Taktis dan SAR Bersama Kapal Perang AS dan ASEAN

Selain itu, peserta akan dibekali pengetahuan praktis seperti pertolongan pertama, prinsip-prinsip dasar survival, navigasi sederhana, serta studi kasus terkait daerah konflik untuk memperkuat kesiapsiagaan dan wawasan situasional.

Kapuspen TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah
Kapuspen TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah membuka upacara pembekalan. (Foto: Dok. Biro Infohan Kemhan RI)

“Rangkaian pembekalan ini tidak dimaksudkan untuk menjadikan awak media bagian dari unsur pertahanan, melainkan untuk meningkatkan kewaspadaan, kemampuan adaptasi, dan profesionalisme, sehingga jurnalis dapat melaksanakan tugasnya secara aman, efektif, dan sesuai standar keselamatan yang berlaku,” kata Kapuspen TNI.

Dalam konteks pertahanan, lanjut Freddy peran awak media menjadi semakin penting. Kapuspen TNI mengatakan, informasi yang akurat dan terpercaya dapat membantu masyarakat memahami situasi, menumbuhkan kesadaran bela negara, dan memperkuat dukungan publik terhadap kebijakan pertahanan nasional.

Baca Juga: PT PAL Rampungkan Harkan Kapal Perang Filipina

“Peliputan di daerah rawan bukanlah hal yang mudah. Risiko yang dihadapi oleh awak media, mulai dari potensi bencana alam, konflik sosial, hingga gangguan keamanan, menuntut adanya kesiapsiagaan yang matang, baik dari sisi teknis maupun mental,” ujar Freddy.

Freddy menambahkan, pembekalan digelar sehubungan dengan dinamika keamanan dan kedaruratan yang semakin kompleks.

“Pembekalan ini menjadi sebuah langkah strategis. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman prosedur kedaruratan yang memadai bagi awak media sehingga setiap peliputan di daerah rawan dapat dilakukan secara aman, profesional, cepat, dan tetap menghasilkan informasi yang akurat,” kata Kapuspen TNI. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.