Kemhan Bantah Teken Kontrak 12 Pesawat PC-24 dari Swiss, Karo Infohan: Baru LoI

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI membantah telah meneken kontrak pembelian 12 pesawat PC-24 produksi Pilatus Aircraft, Swiss.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait telah berkomunikasi dengan Badan Logistik Pertahanan (Baloghan) Kemhan terkait rencana pengadaan pesawat tersebut.
Baca Juga: Komandan Seskoad Tinjau Kuliah Kerja Lapangan Wilayah Pertahanan Pasis Dikreg LXVII
“Itu baru letter of intent (LoI), belum kontrak. Jadi sifatnya tidak mengikat,” kata Rico kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Rabu (8/4).
Lebih lanjut, ucap Rico, pemerintah belum menganggarkan pengadaan 12 pesawat PC-24 tersebut. “Alokasinya belum ada,” ujar Rico.
Sebelumnya, kontrak pengadaan 12 pesawat PC-24 diberitakan Pilatus lewat laman mereka, pilatus-aircraft.com, pada 30 Maret 2026.

Kontrak diteken PT E-System Solutions Indonesia, kontraktor pertahanan resmi yang ditunjuk Kemhan RI. Dalam foto yang dibagikan PT E-System Solutions Indonesia, Kepala Baloghan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari ikut dalam penandatanganan tersebut.
Disebutkan, Kemhan RI memilih PC-24 untuk mendukung pelatihan pilot transportasi TNI Angkatan Udara, transportasi udara, dan misi penghubung.
Baca Juga: Penyidikan Selesai, Puspom TNI Limpahkan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS ke Oditurat Militer
Kontrak mencakup opsi penambahan pesawat, peralatan pendukung darat, perlengkapan, suku cadang, pelatihan, serta dukungan teknis dari kantor pusat Pilatus di Stans, Swiss.
Pada kesempatan yang sama, kedua pihak juga menandatangani LoI untuk pengadaan 24 unit pesawat latih PC-21. LoI tersebut mencakup peralatan pelatihan berbasis darat, suku cadang, peralatan pendukung darat, serta dukungan teknis. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































