Kemhan Akan Bentuk Lima Batalion Komcad

Jakarta, IDM - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan) akan membentuk lima Batalion dari program Komponen Cadangan (Komcad) Tahun 2022. Nantinya, matra darat akan memiliki 3 Batalion, sedangkan matra laut dan udara masing-masing 1 Batalion.
Adapun satu Batalion berjumlah 500 orang. Untuk matra darat tiga Batalion, masing-masing 500 orang di Kodam II/Swj, Kodam VI/Mulawarman dan Kodam XIV/Hasanuddin
Kemudian 500 orang matra laut di Kodikmar Surabaya, serta 500 orang matra udara di Pusdiklat Pasgat, Bandung.
Direktur Sumber Daya Pertahanan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Fahrid Amran mengatakan, pembentukan Komcad merupakan persiapan dini pembangunan sistem pertahanan negara. Mereka dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat komponen utama (TNI).
Lebih jauh dikatakan, Komcad tak hanya berupa sumber daya manusia yakni warga negara, melainkan juga berupa sumber daya alam, sumber daya buatan, dan sarana prasarana nasional yang telah disiapkan.
"kesiapsiagaan itu sebagai wujud usaha negara dalam menghadapi ancaman militer maupun ancaman nonmiliter," kata Fahrid.
Dalam hal pengelolaan, Komcad dilaksanakan berdasarkan kebijakan umum pertahanan negara, dengan menerapkan sistem tata kelola pertahanan negara yang demokratis, berkeadilan. Selain itu, hak asasi manusia juga dihormati dan menaati peraturan perundang-undangan.
“sesuai UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang PSDN, komponen cadangan merupakan salah satu wadah dan bentuk keikutsertaan warga negara secara sukarela serta sarana dan prasarana nasional dalam usaha pertahanan negara, sehingga komponen cadangan bukan wajib militer," ujarnya. (ADT)
Hankam

Tindaklanjuti Instruksi Presiden, TNI Kembali Kerahkan Tim Penyuluh Karhutla ke Sumatra dan Kalimantan
TNI mengerahkan 289 personel Seskoad ke Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan untuk memperkuat edukasi preventif dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































