HANKAM

Kemenko Polkam Ungkap Persoalan Penanganan Konflik Sosial

Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menggelar penanganan konflik sosial nasional dalam acara bertajuk “Rapat Koordinasi Program Kemenko Polkam Dan Evaluasi IKU Nasional Penanganan Konflik Sosial Tahun 2025 di Provinsi Jawa Barat”. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)

Jakarta, IDM – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mengungkap persoalan penanganan konflik sosial nasional dalam “Rapat Koordinasi Program Kemenko Polkam Dan Evaluasi IKU Nasional Penanganan Konflik Sosial Tahun 2025 di Provinsi Jawa Barat”.

Penanganan konflik sosial masih menghadapi sejumlah tantangan yang memerlukan perhatian dan koordinasi lintas sektor.

Salah satu persoalan utama adalah masih adanya perbedaan pandangan di antara para pemangku kepentingan, yang menyebabkan perbedaan data dan interpretasi terhadap permasalahan di lapangan.

Baca Juga: Program Cek Kesehatan Gratis, Menko Polkam Minta TNI-Polri Bantu Keamanan dan Distribusi Nakes

“Penanganan yang efektif dan terkoordinasi diperlukan guna memastikan stabilitas dan keamanan nasional tetap terjaga di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang,” ujar Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kontijensi Kemenko Polkam I Nyoman Sukasana dalam keterangannya, dikutip pada Senin (4/8).

I Nyoman mengatakan, rapat yang digelar di Bekasi pada Kamis (31/7) itu menyoroti pentingnya akuntabilitas seluruh pihak, khususnya pemerintah daerah, dalam penanganan konflik sosial.

“Pemerintah daerah perlu didorong untuk lebih bertanggung jawab terhadap stabilitas wilayahnya, termasuk memastikan pembentukan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial (Timdu PKS), penerapan prosedur sesuai regulasi, serta kontribusi aktif dalam mencegah dan merespons potensi konflik yang dapat mengganggu ketertiban umum dan ketahanan nasional,” kata I Nyoman.

Baca Juga: Ribuan Siswa Lulus Taruna Akmil, Ada Anak Artis Hingga Tukang Bakso

Dalam rapat tersebut, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), TNI, Polri, dan kementerian/lembaga terkait telah menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dalam penanganan konflik sosial.

Hal ini selaras dengan agenda pembangunan nasional yang menempatkan stabilitas sosial sebagai salah satu prioritas utama demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, tertib, dan damai.

Presiden RI Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan menyoroti pentingnya stabilitas sosial untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi. Senada dengan arahan Presiden Prabowo, Menko Polkam Budi Gunawan juga menegaskan pentingnya kapasitas deteksi dini di seluruh wilayah Indonesia untuk mengantisipasi eskalasi konflik sosial di masyarakat. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.