Kembangkan Tanaman Sorgum, TNI AU dan Kementan Tanda Tangani MoU Ketahanan Pangan

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dan menjalankan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) perihal ketahanan pangan nasional menuju kedaulatan pangan.
Komitmen tersebut direalisasikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara TNI AU dengan Kementerian Pertanian (Kementan) oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi, di Lanud Sutan Sahrir, Padang, Selasa (29/11).
Dalam MoU tersebut terdapat kesepakatan untuk mengembangkan tanaman Sorgum sebagai komoditi bahan pangan yang akan dikembangkan oleh kedua belah pihak.

Mengutip keterangan Dispenau, TNI AU telah menyiapkan lahan kurang produktif Lanud Sutan Syahrir seluas 12 Hektar untuk mendukung program ketahanan pangan dengan mengembangkan tanaman Sorgum.
Penanaman Sorgum di Lanud Sutan Syahrir disebut Fadjar sebagai pilot project. Selanjutnya akan ada Lanud-Lanud lain yang juga disiapkan lahannya untuk mendukung program ini.
Baca: KSAU Ingatkan Fungsi Pengawasan dan Pemeriksaan Untuk Wujudkan TNI AU yang Profesional
“Program ini diharapkan dapat membantu ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya. Jika tanaman Sorgum sukses, kita juga bisa mencoba tanaman Porang,” ungkap KSAU.
Pada kesempatan yang sama, Fadjar berharap adanya bantuan dan pendampingan dari Kementan agar program ini dapat berlanjut hingga panen dan produksi. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































