Kembali ke NKRI, Yujin Butiop Serahkan Senjata dan Bendera Bintang Kejora

Jakarta, IDM – Kisah ini datang dari Yujin Butiop, seorang anggota kelompok bersenjata TPNPB-OPM Papua Selatan pimpinan Marius Murib yang menyerahkan diri dan kembali ke NKRI.
Dilansir dari keterangan Pensatgas Swasembada Koops Habema, Senin (13/7), Yujin mendatangi sebuah pos kecil yang berdiri di kawasan perbatasan Indonesia–Papua Nugini untuk menyerahkan satu pucuk senjata rakitan laras panjang dan satu lembar bendera Bintang Kejora. Yujin selama ini menetap di Kampung Kuem, wilayah Papua Nugini, datang memenuhi komitmen yang telah dibangun melalui komunikasi dan pendekatan persuasif bersama personel TNI di Pos Perbatasan.
Baca Juga: Kolonel TNI AD Borong Prestasi dan Gelar Langka di Islamabad
Kedatangannya langsung disambut secara baik dan penuh penghormatan. Personel Satgas memilih membuka ruang percakapan yang hangat sehingga seluruh proses berlangsung dengan aman, tertib, dan bermartabat. Suasana tersebut mencerminkan bahwa rasa saling percaya dapat tumbuh ketika setiap orang diperlakukan dengan penghormatan sebagai sesama manusia.
Menurut keterangan Penerangan Satgas Swasembada, kisah Yujin sesungguhnya adalah kisah seorang ayah yang memikul harapan sederhana, tetapi sangat berarti. Ia memiliki empat orang anak dan mendambakan masa depan yang lebih baik bagi mereka. Salah satu harapan terbesarnya ialah agar anak keduanya dapat terus mengenyam pendidikan dengan fasilitas yang lebih memadai.
Baca Juga: Ratusan Siswa Susparadas A-211 Tempa Kesiapan Fisik dan Mental lewat Praktik Terjun
"Harapan itu mengingatkan bahwa di balik berbagai dinamika yang terjadi di perbatasan, setiap orang tua memiliki impian yang sama, yakni melihat anak-anaknya tumbuh dalam lingkungan yang aman, damai, sehat, dan memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita," tulis Pensatgas Swasembada.
Lebih lanjut dikatakan hal ini menunjukan bukti bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah perbatasan, selain menampung ruang dialog, personel Koops TNI Habema turut memberikan bantuan berupa beras, mie instan, perlengkapan sekolah bagi anak-anak, serta kebutuhan pokok lainnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































