Kemampuan Menghalau Pesawat Musuh Diuji dalam Latihan Pertahanan Udara

Jakarta, IDM - Prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) l Belawan melaksanakan latihan pertahanan pangkalan udara meriam 37 mm, dalam rangka meningkatkan kemampuan serta profesionalisme prajurit di dermaga Mako Lantamal l, Belawan, Kamis (8/12).
Pelaksanaan latihan ini dilakukan dengan simulasi pertahanan pangkalan udara, yaitu menggerakkan pasukan Baterai Arhanud, menggunakan material tempur meriam 37 mm untuk menghalau pesawat musuh yang melakukan penyerangan terhadap basis TNI AL, khususnya Yonmarhanlan l.

Danrai Arhanud Kapten (Mar) Lontung Rumapea memimpin latihan dengan skenario yang berdasarkan laporan informasi dari Mako Lantamal I bahwa terdeteksi kontak udara 01 pesawat tempur musuh dari jarak jauh kecepatan tinggi, ketinggian sedang dan diduga akan melakukan penyerangan ke Mako Lantamal l.
Danyonmarhanlan l Letkol (Mar) Indra Fauzi Umar menyampaikan, latihan pertahanan pangkalan tersebut merupakan latihan dalam rangka mendukung dan mempertahankan pertahanan di wilayah Lantamal I.
Baca: KSAL: Program Kerja TNI AL Harus Sesuai Prioritas Nasional
"Latihan juga untuk mengasah kesiapsiagaan dan kewaspadaan prajurit dalam mengantisipasi setiap ancaman," kata Indra dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Jumat (9/12).
Adapun, pelaksanaan latihan ini merupakan tugas pokok Yonmarhanlan l yang bertugas sebagai unsur pertahanan pangkalan TNI AL serta melaksanakan tugas-tugas lain dalam rangka mendukung tugas pokok Lantamal l. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































