Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, KRI Nala Evakuasi 30 Korban Selamat dan 2 Meninggal

Jakarta, IDM – Kapal perang KRI Nala-363 yang membawa 32 korban musibah kebakaran Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa II tiba di Dermaga Madura Koarmada II, Surabaya, Senin (3/8). Tim SAR gabungan menyelamatkan 30 penumpang dalam kondisi hidup, sementara dua orang lainnya ditemukan meninggal dunia.
Musibah kecelakaan laut ini menimpa KM Mutiara Sentosa II yang mengangkut total 286 penumpang pada rute pelayaran Surabaya menuju Makassar. Kapal penumpang tersebut terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8) sekitar pukul 10.00 WIB.
Merespons laporan darurat dari otoritas pelabuhan, TNI AL langsung mengerahkan KRI Nala-363 bersama KRI Bung Hatta-370 dan pesawat udara NC 212-200 Aviocar U-6206 ke lokasi kejadian. KRI Nala-363 sendiri baru saja menyelesaikan latihan bersama (passex) dengan kapal perang Angkatan Laut Cina sebelum mendadak dialihkan untuk operasi kemanusiaan tersebut.
Baca Juga: Pangkogabwilhan III Ungkap Kronologi Empat Pekerja yang Ditembak Mati OPM di Tolikara
Panglima Koarmada II Laksda I Gung Putu Alit Jaya menyambut langsung kedatangan kapal penolong bersama pejabat Basarnas dan Polri di dermaga. Alit menegaskan bahwa proses evakuasi ini merupakan bentuk sinergi lintas unsur dalam mempercepat penyelamatan korban di laut.

"KRI Nala-363 melaksanakan operasi bantuan SAR bersama tim SAR gabungan dengan mengevakuasi para korban dari beberapa kapal yang lebih dahulu memberikan pertolongan di lokasi kejadian," kata Alit.
Seluruh korban selamat maupun meninggal dunia kini sudah dipindahkan ke Posko Crisis Center untuk mendapatkan penanganan medis serta pendataan lebih lanjut.
Baca Juga: Ultimatum Seluruh Anggota OPM, Pangkogabwilhan III: Penangkapan Hanya soal Waktu
Sementara itu, Panglima Koarmada RI Laksdya Denih Hendrata menegaskan seluruh jajaran prajuritnya bakal selalu bergerak cepat dalam setiap operasi penyelamatan di laut.
"Prajurit Koarmada RI senantiasa siap bergerak dan bertindak tepat demi menyelamatkan setiap jiwa. Tugas kemanusiaan adalah kehormatan, dan keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama pengabdian TNI AL," tegasnya.
Hingga saat ini, KRI Bung Hatta-370 masih menyisir perairan utara Sumenep bersama tim SAR gabungan untuk mengamankan lokasi serta melanjutkan pencarian di sekitar area kejadian.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































