Ke Para Purnawirawan TNI, Menhan Sjafrie Tekankan Strategi Defensif Aktif Tanpa Ganggu Stabilitas Kawasan

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menekankan strategi pertahanan Indonesia menggunakan konsep defensif aktif.
Hal itu disampaikan Menhan Sjafrie saat mengumpulkan para petinggi TNI dan purnawirawan TNI di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Jumat (24/4).
Dalam paparan, konsep defensif aktif memiliki tiga pengertian sederhana, yakni tidak ofensif, fokus menjaga dan mengawal kedaulatan, dan siap perang berlarut.
Baca Juga: TNI AL dan Belanda Jajaki Kerja Sama Perang Dasar Laut
“Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa kebijakan pertahanan Indonesia tetap berlandaskan pada prinsip konstitusi dan kepentingan nasional dengan strategi defensif aktif yang berorientasi pada menjaga kedaulatan negara tanpa mengganggu stabilitas yang ada di kawasan,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait selepas pertemuan.
Strategi defensif aktif ini juga pernah diungkapkan Sjafrie dalam rapat pimpinan Kemhan-TNI di gedung Dewan Pertahanan Nasional (DPN), kompleks Kemhan RI, 19 Januari 2026.

Sjafrie mengatakan, defensif aktif berarti tidak berpikir ofensif terhadap negara-negara tetangga maupun negara di kawasan regional dan global.
Selain itu, pertemuan Sjafrie dengan para purnawirawan tersebut juga membahas program penguatan postur TNI, baik dari sisi organisasi, modernisasi, maupun pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Baca Juga: Bakamla Punya Markas Baru di Pulau Setoko, Koordinasi Keamanan Laut Bakal Makin Cepat
“Kementerian Pertahanan menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang diberikan secara langsung. Bapak Menhan Sjafrie Sjamsoeddin juga akan menyampaikan bahwa ini akan menjadi bagian dari proses penyempurnaan kebijakan pertahanan ke depan,” kata Rico.
Pertemuan kemarin mengundang berbagai tokoh militer seperti Jenderal (Purn) Wiranto, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Jenderal (Purn) Andika Perkasa, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, Jenderal (Purn) Agum Gumelar, Jenderal (Purn) Djamari Chaniago.
Sejumlah mantan Panglima TNI dan kepala staf juga turut diundangan, seperti Laksamana (Purn) Yudo Margono (Panglima TNI 2022-2023), Laksamana (Purn) Marsetio (KSAL 2012-2014), Marsekal (Purn) Djoko Suyanto (Panglima TNI 2006-2007) hingga Marsekal (Purn) Imam Sufaat (KSAU 2009-2012). (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































