HANKAM

Kawasan Hutan akan Dimanfaatkan jadi Markas Yon TP, Lokasi Ditetapkan Sesuai Ketentuan

Sjafrie Sjamsoeddin
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin beserta jajaran menerima kunjungan Menhut Raja Juli Antoni. (Foto: Dok. Tim Media SS)

Jakarta, IDM – Pemerintah akan memanfaatkan kawasan hutan menjadi markas Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan atau Yonif TP.

Rencana tersebut dibahas saat Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Senin (27/7).

Baca Juga: Rekor! Puluhan Jenderal TNI AD Bersepeda Sejauh 150 Km di Singkawang

Dalam pertemuan itu, Menhut Raja Juli menyerahkan Surat Keputusan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) untuk lahan Yon TP TNI Angkatan Darat.

“Penyerahan SK PPKH tersebut merupakan bagian dari pemenuhan aspek administratif penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan beberapa pangkalan Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di lokasi yang telah ditetapkan sesuai ketentuan,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada Indonesia Defense Magazine (IDM).

Rico menekankan, kawasan hutan yang akan dimanfaatkan untuk markas Yon TP bukan penetapan lokasi baru.

“Melainkan penyelesaian perizinan atas lokasi yang sebelumnya telah diusulkan dan diproses sesuai mekanisme lintas kementerian serta peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Rico.

Baca Juga: 113 Bintara TNI AD Lulus Pendidikan Poltekad, Sandang Gelar Sarjana Teknik Terapan

Penyerahan keputusan ini merupakan langkah penting dalam memberikan kepastian hukum dan mempercepat penyiapan lahan bagi pembangunan satuan Yonif TP.

Menhan Sjafrie menekankan seluruh proses pemanfaatan kawasan hutan harus dilaksanakan secara tertib, terukur, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.