HANKAM

Kasum TNI Bertemu Mantan Pj Bupati Nduga, Bahas Pembebasan Pilot Susi Air

Delegasi TNI AL
Delegasi TNI AL menjadi pembicara dalam seminar internasional "Indonesia-Russia: From the Past to the Future, the Historical and Geopolitical Perspective" di Jakarta, Selasa (24/9). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Richard Tampubolon, mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, menerima kunjungan silaturahmi dari mantan Pj Bupati Nduga, Edison Gwijangge, di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (24/9/2024).

Edison merupakan tim pendamping/negosiator dalam pembebasan Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens.

Pada kesempatan tersebut Richard menyampaikan bahwa meskipun proses penyanderaan berlangsung cukup lama, TNI tetap mengedepankan pendekatan smart approach dan soft approach.

Baca Juga: TNI AU dan TUDM Gelar Latma Elang Malindo XXIX/24, Tingkatkan Kesiapan Operasional

"Setiap langkah yang diambil dilakukan secara terencana dan terperinci, tanpa mengabaikan kesiapsiagaan operasional prajurit sebagai langkah antisipasi terhadap potensi ancaman bersenjata dari kelompok separatis (OPM)," kata Richard dikutip dalam keterangannya Puspen TNI, Rabu, (25/9).

Sementara itu, Edison menyampaikan keberhasilan pembebasan Pilot Susi Air ini atas dasar kerja sama yang baik. Bahwa pembebasan pilot ini merupakan hasil keterpaduan dari semua anak bangsa dan dilakukan secara persuasif.

"Pembebasan Pilot Susi Air yaitu Philip Mark Mehrtens atas dasar nilai dan prinsip kemanusiaan,” kata Edison.

Baca Juga: TNI AL Bahas Masa Depan Hubungan Maritim Indonesia-Rusia

Pada kesempatan tersebut Richard menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Satgas TNI/Polri yang bekerja ikhlas dan selalu menjadikan pengabdian tugas sebagai ladang ibadah, selalu bekerja ikhlas dalam setiap pelaksanaan tugas terbaik bagi Bangsa dan Negara tercinta.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pembebasan Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens ini, semoga kedepannya Papua lebih aman dan kondusif dan tidak ada lagi senjata selain TNI-Polri, karena selagi ada senjata masih bahaya, secara Undang-Undang pemegang senjata adalah TNI dan Polri,” kata Richard. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.