HANKAM

Kaskogabwilhan III Pastikan 11 Bandara Perintis Papua Aman dan Siap Beroperasi Kembali

Kaskogabwilhan III
Kaskogabwilhan III pastikan 11 Bandara Perintis Papua aman dan siap beroperasi kembali. (Foto: Dok. Kogabwilhan III)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kaskogabwilhan III), Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, melakukan peninjauan langsung terhadap 11 bandara perintis di Papua yang sebelumnya sempat ditutup akibat gangguan keamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Peninjauan tersebut dilakukan menggunakan pesawat Cessna Caravan dengan menyambangi satu per satu bandara perintis yang kini telah diamankan dan dijaga ketat oleh prajurit TNI.

Salah satu titik yang dikunjungi adalah Bandara Kapiraya di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen TNI untuk memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga sekaligus membuka kembali akses vital masyarakat di wilayah pegunungan dan pelosok Papua.

Baca Juga: Pasis Suspa Identifikasi/Filter A-19 Perdalam Pemahaman Operasional serta Analisis Data Radar di Satrad 405

“Pertama, kami datang menemui masyarakat untuk mendengarkan dengan hati dan seksama, sekaligus memberikan solusi atas keluh kesah saudara-saudara kita pasca ditutupnya bandara perintis yang menjadi ujung tombak sosial, ekonomi, dan peradaban masyarakat pelosok Papua,” ujar Joko, Selasa (3/3).

Menurut Joko, keberadaan bandara perintis di Papua bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan “jendela dunia” bagi masyarakat di wilayah pegunungan, perbukitan, dan lembah terpencil.

Jalur udara menjadi akses utama distribusi logistik seperti sembako, obat-obatan, alat kesehatan, hingga perlengkapan pendidikan.

Penutupan bandara beberapa waktu lalu berdampak langsung pada aktivitas sosial dan ekonomi warga. Karena itu, pemulihan keamanan 11 bandara tersebut menjadi prioritas strategis.

Baca Juga: Kemhan dan TNI Siap Kerahkan Tenaga Medis, RS, dan Farmasi Pertahanan Dukung Layanan BPJS Kesehatan

“Mudah-mudahan akan segera dibuka. Mengingat kondusifitas 11 bandara perintis yang sebelumnya ditutup pasca gangguan KKB kini telah pulih dan dijaga ketat 24 jam oleh pasukan TNI,” tegasnya.

Selain pengamanan, TNI juga mengedepankan pendekatan humanis dengan membangun komunikasi bersama tokoh adat, tokoh agama, serta elemen masyarakat setempat.

Hubungan yang erat antara prajurit dan warga dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas jangka panjang.

Joko menegaskan bahwa setiap tindakan prajurit dilakukan secara profesional dan terukur sesuai aturan hukum serta penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).

Baca Juga: Catat Jadwalnya, Pemerintah Kucurkan Rp 55 Triliun untuk THR TNI-Polri dan ASN

“Dalam menghadapi situasi tertentu, seluruh tindakan tegas dan terukur oleh prajurit TNI dilakukan secara profesional berdasarkan rules of engagement (ROE), agar sesuai hukum, HAM, dan etika yang berlaku,” jelasnya.

Pemulihan keamanan bandara perintis, lanjutnya, bukan hanya soal pertahanan, tetapi juga memastikan pembangunan dan pelayanan publik berjalan tanpa hambatan.

Dengan stabilitas yang kembali terjaga, harapan masyarakat Papua untuk beraktivitas normal semakin terbuka.

“TNI akan selalu menjadi garda terdepan menjaga roda pembangunan bangsa di ufuk timur Indonesia dalam bingkai NKRI,” pungkasnya. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.