KSAU Terima Laporan Kelulusan Pati AU di Lemhannas(PPSA) A-XXIII

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., menerima laporan tujuh Perwira Tinggi (Pati) TNI AU lulusan Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) A-XXIII Lemhannas RI Tahun 2021, di Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (18/10/2021).
KSAU menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat, atas keberhasilan ketujuh Pati TNI AU menyelesaikan pendidikan Lemhannas.
Program PPSA XXIII tahun 2021 ini diselenggarakan dalam dua sistem, yakni sistem off kampus dan sisten on kampus.
Sistem off kampus dilaksanakan melalui e-leaning dan teleconverence yang diikuti oleh para siswa dari kantor atau tempat kerja masing-masing. Sementara sistem on kampus dilaksanakan melalui ceramah dan diskusi yang diikuti langsung di Lemhannas RI.
Ketujuh Pati TNI AU lulusan PPSA A-XXIII Lemhanas RI tersebut adalah, Marsma TNI Basuki Rochmat, Marsma TNI Donald Kasenda, S.T., S.I.P., M.M., Marsma TNI Bob Henry Panggabean, S.T., Marsma TNI Fajar Adriyanto, M.Si. (Han), Marsma TNI Roni Moningka, S.T., M.M., Marsma TNI Djohn Amarul, S.A.B., dan Marsma TNI Daan Sulfi, S.Sos., M.Si. (YAS)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































