HANKAM

Kasau Awards 2025, TNI AU: Perkuat Sinergi dan Apresiasi Bagi Awak Media

Sekretaris Dispenau Kolonel Sus Firmansjah.
Sekretaris Dispenau Kolonel Sus Firmansjah usai acara sosialisasi Kasau Award 2025. (IDM/Yuli Ari)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara kembali menggelar ajang penghargaan bagi para awak media yakni ‘Kasau Award 205’ dengan tema "TNI AU AMPUH: Menginspirasi Melalui Karya dan Dedikasi untuk Negeri".

Untuk itu, Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) menggelar kegiatan sosialisasi di Jakarta, Kamis (10/4) yang turut dihadiri oleh para pejabat Dispenau serta sejumlah perwakilan media massa daring, cetak, dan elektornik.

"Pelaksanaan Kasau Awards 2025 merupakan bentuk apresiasi terhadap awak media yang telah berkontribusi dalam menyampaikan informasi mengenai peran strategis dan humanis TNI AU kepada masyarakat," ungkap Sekretaris Dispenau Kolonel Sus Firmansjah, mewakili Kadispenau Marsma TNI Ardi Syahri.

Baca Juga: Pastikan Kualitas Pendidikan dan Pelatihan Dasar Kemiliteran, Menhan Kunjungi Secata Rindam/Sriwijaya

Sejalan dengan itu, Kasau Awards juga digelar untuk memperkuat sinergi TNI AU dan media massa guna membangun pemahaman yang lebih luas mengenai peran strategis TNI AU dalam menjaga kedaulatan negara.

Pada kesempatan yang sama, Kasubdispenum Dispenau Kolonel Pnb Didik turut memaparkan perihal syarat, ketentuan, dan jadwal lomba; kriteria penilaian; serta batas waktu pengumpulan karya.

Kasubdispenum Dispenau Kolonel Pnb Didik.
Kasubdispenum Dispenau Kolonel Pnb Didik saat acara sosialisasi Kasau Award 2025. (IDM/Yuli Ari)

Karya jurnalistik yang dapat diikutsertakan dalam Kasau Award 2025 merupakan karya yang dipublikasi pada periode Juli 2024 hingga April 2025. Sementara itu, batas waktu pengumpulan karya jurnalistik dari para peserta dilakukan pada 10 April sampai 7 Mei 2025.

Adapun lima kategori Kasau Awards tahun ini meliputi Isu Strategis (media cetak dan online) yang merupakan karya jurnalistik dengan analisis mendalam mengenai peran TNI AU dalam pertahanan udara dan pengembangan teknologi dirgantara.

Baca Juga: Kementerian Pertahanan Dukung Gagasan Presiden Prabowo Soal Evakuasi Warga Gaza

Kedua, Isu Humanis (media cetak dan online), di mana artikel memuat sisi kemanusiaan TNI AU, seperti evakuasi medis, misi sosial, hingga kisah inspiratif prajurit.

Kategori ketiga yaitu Program News Televisi yang berisi tentang berita aktual dan faktual mengenai kegiatan dan operasi TNI AU. Kemudian, terdapat kategori Program Feature Televisi yang merupakan liputan mendalam tentang sejarah, tokoh, maupun inovasi teknologi di lingkungan TNI AU.

Kategori kelima yaitu Foto Jurnalistik, yang ditujukan bagi karya foto jurnalistik yang mampu menggambarkan momen-momen penting dan bernilai berita seputar TNI AU. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.