Kapuspen Ungkap Alasan Jabatan Kaster TNI Dihidupkan Lagi

Jakarta, IDM – Markas Besar TNI menghidupkan kembali jabatan Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI setelah 25 tahun dihapus.
Kepala Pusat Penerangan TNI Brigadir Jenderal Aulia Dwi Nasrullah mengatakan, pengaktifan kembali jabatan Kaster TNI merupakan upaya Mabes TNI agar organisasi tetap adaptif.
“Jabatan Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI merupakan salah satu upaya agar organisasi TNI tetap adaptif terhadap dinamika tantangan tugas,” ujar Aulia dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).
Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 84 Tahun 2025 tentang organisasi TNI, Staf Teritorial termasuk unsur pembantu Panglima TNI.
Aulia mengatakan, Kaster TNI bertugas membantu Panglima TNI dalam merumuskan kebijakan dan pembinaan fungsi teritorial, yang merupakan salah satu fungsi utama TNI.
“Khususnya dalam memperkuat kemanunggalan TNI bersama rakyat serta pemberdayaan wilayah pertahanan,” kata Aulia.
Terakhir kali, jabatan Kaster TNI ada pada 1998. Kala itu, presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dipercaya menjadi Kaster TNI hingga November 1999.
Selanjutnya, SBY digantikan Agus Widjojo (mantan Duta Besar Filipina dan Gubernur ke-16 Lemhannas) hingga Oktober 2001. Agus terakhir kali menjabat sebagai Kaster TNI sebelum jabatan tersebut dihapus.
Baca Juga: Lantik 796 Perwira Prajurit Karier dan Progsus, Panglima TNI Tekankan Ancaman Multidimensi
Kini, jabatan Kaster TNI dihidupkan kembali melalui surat keputusan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengenai mutasi dan promosi perwira tinggi (pati) pada Maret 2026.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen Bambang Trisnohadi dipercaya menjabat sebagai Kaster TNI.
Bambang akan didampingi Wakil Kaster TNI Mayjen Suhardi yang sebelumnya menjabat Asisten Teritorial Panglima TNI. Akibat validasi organisasi, Aster Panglima TNI melebur menjadi Wakil Kaster TNI. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































