HANKAM

Kapuspen TNI Buka Suara Terkait Dugaan Ada Oknum TNI Terlibat TPPO

Kapuspen TNI Laksda Julius Widjojono.
Kapuspen TNI Laksda Julius Widjojono. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono buka suara terkait dugaan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani yang mengatakan, ada oknum dari Polri dan TNI dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kapuspen meminta BP2MI bersurat kepada Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.

"Jika ada informasi lain sebaiknya langsung bersurat ke Panglima TNI, nama oknum dan lokasi di mana,” kata Julius di Jakarta seperti dikutip dari Kompas, Kamis, (6/7).

Baca Juga: RI Boyong Super Hercules C-130J, Pengamat: Diplomasi Prabowo Berhasil Yakinkan AS

Julius menyebutkan, Panglima TNI sangat konsisten terhadap reward (penghargaan) dan punishment (hukuman) terhadap segenap prajuritnya.

Reward akan diberikan kepada prajurit yang berprestasi dan punishment bagi prajurit yang secara sah terbukti melakukan tindakan pelanggaran hukum,” ucap Julius.

“Bukankah TNI berhasil menggagalkan banyak penyelundupan TKI?” kata Julius.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, ada oknum dari Polri dan TNI dalam kasus TPPO. Bahkan, sebut Benny, ada oknum di lembaganya yang terlibat.

Baca Juga: Panglima Yudo: Latgab TNI 2023 Ajang Uji Kesiapsiagaan Kogabwilhan

“Ini era keterbukaan, saya katakan ada oknum Polri terlibat, oknum TNI terlibat, oknum kementerian/lembaga terlibat, pemda terlibat, dan oknum di BP2MI. Saya ingin fair mengatakan ini,” kata Benny saat konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (4/7/2023).

Delapan bulan lalu, kata Benny, dirinya memecat salah satu staf BP2MI yang diduga terlibat TPPO.

“Saya umumkan melalui konpers live lewat media sosial agar ada hukuman sosial,” ujar Benny. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.