HANKAM

Kapuspen: Tak Ada Instruksi Khusus Panglima TNI untuk Operasi Berantas Begal, tapi Izinkan Jajaran Bantu Polri

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Markas Besar TNI angkat bicara soal perbantuan TNI untuk pemberantasan begal. Hal ini menanggapi pernyataan pihak Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya yang siap membantu polisi dalam pemberantasan begal di DKI Jakarta.

Kepala Penerangan Kodam Jaya Letkol (Arh) Noor Iskak sebelumnya menyatakan bahwa jajaran Kodam Jaya menurunkan sejumlah personel, termasuk dari batalion tempur, untuk mendukung patroli bersama Polri.

Baca Juga: Detik-detik KRI Kujang Gulung Jaringan Penyelundup Logam Tanah Jarang di Batam

Menanggapi itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigadir Jenderal Muhammad Nas mengatakan, tidak ada instruksi khusus dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk operasi pemberantasan begal.

“Namun, (Panglima TNI) menyetujui atau mengizinkan jajaran TNI untuk melakukannya, dengan prinsip kehadiran prajurit di lapangan bagian dari upaya membantu Polri dalam menciptakan kondisi wilayah yang aman dan kondusif,” kata Nas dalam keterangan tertulis, Rabu (27/5).

Pada prinsipnya, lanjut Kapuspen TNI, penanganan tindak pidana merupakan kewenangan Polri. TNI tidak melakukan penegakan hukum terhadap warga sipil.

“TNI hadir untuk membantu tugas Polri sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Nas.

Baca Juga: TNI AL Uji Latihan Multiperan Helikopter-KRI sambil Patroli di Balikpapan

Nas menambahkan, sampai saat ini, tidak ada kebijakan pembentukan satgas khusus penanganan begal, baik di tingkat Komando Daerah Militer (Kodam) maupun Komando Distrik Militer (Kodim).

“TNI dan Polri selalu berkoordinasi serta bersinergi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing sehingga pelaksanaannya tetap berjalan dalam koridor hukum yang berlaku,” kata Nas.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.