Kapendam XVII/Cenderawasih Tekankan Pentingnya Toleransi, Perselisihan di Sentani tak Terkait Agama

Jakarta, IDM – Kodam XVII/Cenderawasih memastikan video yang viral di media sosial mengenai aksi penyampaian aspirasi jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Imanuel Ifar Gunung di Sentani tidak berkaitan dengan isu agama.
Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, menegaskan persoalan tersebut murni berhubungan dengan ketidaknyamanan jemaat dan saat ini telah memasuki tahap mediasi, Jumat (14/11/).
Baca Juga: Irkorpasgat: Pembangunan Batalion Arhanud 32 Pasgat Perkuat Pertahanan Timur Indonesia
“Tidak ada unsur agama dalam peristiwa ini. Informasi tentang pembongkaran gereja adalah hoaks. Semua sudah ditangani melalui proses mediasi antara pengurus jemaat dan pihak Rindam XVII/Cenderawasih,” ujar Kapendam.
Mediasi dipimpin Danrindam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Endra Saputra Kusuma bersama Pendeta Mince Manyakori, serta perwakilan jemaat.
Dalam pertemuan itu, Danrindam menegaskan komitmen menjaga kerukunan umat beragama di Papua dan membuka ruang dialog terkait pemanfaatan lahan Rindam untuk kebutuhan jemaat.
Baca Juga: Dankoharmatau Tegaskan Fungsi Logistik sebagai Tulang Punggung Keberhasilan Operasi TNI AU
Situasi pascamediasi dilaporkan kondusif, dan jemaat memahami penjelasan yang disampaikan.
Kapendam kembali mengimbau masyarakat serta tokoh-tokoh Papua agar tidak terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya.
“Kami mengajak semua pihak menjaga toleransi. Papua adalah rumah bersama yang kedamaiannya perlu terus dirawat,” tegasnya. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































