Kapendam: OPM Penjahat Kemanusiaan Lancarkan Aksi Bunuh Warga Sipil

Jakarta, IDM – Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan menyebut Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah penjahat kemanusiaan. Hal ini lantaran OPM diduga kembali melancarkan aksinya dengan membunuh satu orang warga yang berprofesi sebagai tukang ojek di Kampung Awabutu, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, Rabu (27/11).
"Terjadi sekitar pukul 06.44 Wit, korban berinisial Stn (41 tahun). Atas aksi keji ini, korban tukang ojek tersebut meninggal dunia karena banyak mengalami banyak luka tusuk dan luka bacok di sekujur tubuhnya," ujar Candra dikutip keterangan resminya, Kamis, (28/11).
Ia pun mengutuk tindakan ini, menurutnya gerombolan OPM pelaku pembunuhan ini sangat keji, biadab dan tidak berprikemanusiaan. Terlebih korban telah banyak membantu melayani masyarakat sehari-hari.
Baca Juga: Sathar 15 Rampungkan Pemeliharaan Besar C-130H Hercules, Pesawat Siap Kembali Perkuat TNI AU
"Saat ini jenazah korban berada di RSUD Madi untuk kepentingan atopsi dan identifikasi. Sedangkan jajaran aparat keamanan TNI-Polri melaksanakan pengejaran," kata Candra. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































