HANKAM

Kapal Perang Thailand HTMS Naresuan Merapat di Surabaya, Ini Misinya

Fregat Thailand HTMS Naresuan
Fregat Thailand HTMS Naresuan (FFG-421) di Surabaya, Minggu (2/3). (Foto: Dok. Kodaeral V)

Jakarta, IDM – TNI AL menerima tamu spesial dari negeri Gajah Putih. Kapal perang Angkatan Laut Thailand, HTMS Naresuan, sandar di dermaga Jamrud Utara, Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (1/3/2026).

Wakil Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Wadan Kodaeral) V Brigjen (Mar) Suwandi, menyambut langsung kedatangan armada tempur tersebut, mewakili Komandan Kodaeral V Laksda Ali Triswanto.

Suwandi menyampaikan pesan persahabatan kepada seluruh awak kapal. Ia menilai kedatangan HTMS Naresuan membawa dampak positif bagi hubungan militer kedua negara di kawasan Asean.

Baca Juga: Panglima Kostrad Pastikan Kesiapan Pasukan Jelang HUT ke-65

"Kunjungan ini merupakan momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral, meningkatkan solidaritas, serta mempererat persahabatan antara TNI AL dan Angkatan Laut Thailand," tegas Suwandi, dikutip dari keterangan Pen Kodaeral V, Senin (3/3).

Misi Pererat Kerja Sama

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Skadron Fregat 1 Laksda Sunsearn Sadod, memimpin langsung rombongan Angkatan Laut Thailand tersebut. Ia mengutarakan rasa terima kasihnya atas sambutan meriah dari jajaran Kodaeral V.

Sunsearn menjelaskan tujuan utama kedatangan mereka. Pihaknya ingin membangun koneksi yang lebih kuat dengan TNI AL.

Baca Juga: Perwira TNI Diwajibkan Perdalam Elektronic dan Cyber Warfare di Era Perang Modern

"Saya berharap kunjungan ini dapat semakin memperkokoh kerja sama maritim serta meningkatkan hubungan profesionalisme antar prajurit kedua negara," ujar Sunsearn.

Mengenal Fregat 'Hibrida' Cina-Barat

HTMS Naresuan (FFG-421) bukan kapal sembarangan. Kapal jenis fregat rudal (guided-missile frigate) ini memiliki profil unik karena menggabungkan teknologi timur dan barat.

Galangan Zhonghua di Shanghai, Cina, membangun kapal ini pada awal 1990-an. Angkatan Laut Thailand kemudian meresmikan penggunaannya (komisioning) pada 1995.

Baca Juga: Pamen TNI AU Raih German Sport Medal, Buktikan Profesionalisme dalam Misi Perdamaian UNIFIL

Meski lahir di Cina, kapal ini menggendong "jeroan" teknologi barat yang canggih. Thailand melengkapi kapal berbobot sekitar 3.000 ton ini dengan mesin turbin gas buatan General Electric (Amerika Serikat) dan sistem manajemen tempur modern buatan Saab (Swedia).

HTMS Naresuan juga membawa persenjataan mematikan. Kapal ini mengusung meriam utama kaliber 127 mm buatan Amerika Serikat, peluncur rudal anti-kapal Harpoon, hingga rudal pertahanan udara ESSM. Kombinasi ini membuat HTMS Naresuan mampu menjalankan berbagai misi tempur, baik menghadapi kapal musuh maupun ancaman serangan udara. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.