HANKAM

Kapal Perang PPA Italia Sandar di Jakarta, Saudara Kembar KRI Brawijaya TNI AL!

Kapal perang Angkatan Laut Italia, ITS Giovanni delle Bande Nere (P434)
Kapal perang Angkatan Laut Italia, ITS Giovanni delle Bande Nere (P434), bersandar di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (30/9). Kapal tempur tipe PPA sejenis KRI Brawijaya-320 ini dijadwalkan berada di Jakarta hingga 5 Oktober 2026. (Foto: Dok. Kodaeral III)

Jakarta, IDM – Kapal perang Angkatan Laut Italia, ITS Giovanni delle Bande Nere, resmi bersandar di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (30/9). Kapal bernomor lambung P434 ini bakal berada di Jakarta hingga lima hari mendatang.

Kedatangan kapal asal Italia ini menyedot perhatian karena tipenya sama persis dengan dua kapal perang baru TNI AL, KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Ketiganya merupakan kapal tipe PPA (Pattugliatore Polivalente d'Altura) atau patroli lepas pantai serbaguna buatan galangan Fincantieri, Italia.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III Kolonel Laut (P) Arys Susanto membenarkan persinggahan kapal perang tersebut.

Baca Juga: Disdikau Bahas Program Pendidikan TNI AU untuk Siapkan SDM Unggul

"Untuk kapal Italia ITS Giovanni delle Bande Nere sandar di Dermaga 107 Tanjung Priok dari 30 September sampai 5 Oktober," kata Arys kepada Indonesia Defense Magazine, Rabu (30/9).

Arys menyebut persinggahan armada Italia ini merupakan bagian dari misi pelayaran diplomasi maritim di kawasan Indo-Pasifik sekaligus mempererat hubungan pertahanan Indonesia dan Italia.

ITS Giovanni delle Bande Nere punya keistimewaan tersendiri. Kapal berpanjang 143 meter dan bobot 6.270 ton ini merupakan varian Full atau versi tempur paling lengkap di kelasnya.

Baca Juga: Akhiri Misi di Kalimantan, Helikopter Chinook Jepang 40 Kali Lakukan Operasi Udara Padamkan Karhutla

Kapal ini mengusung teknologi ruang kemudi digital (naval cockpit) yang mirip kokpit pesawat tempur. Selain itu, mesin kencangnya sanggup memacu kapal hingga kecepatan 32 knot. Untuk menjalankan misi, kapal ini diawaki sekitar 170 personel.

Sektor persenjataannya juga terbilang gahar. Kapal Italia ini dibekali meriam utama Oto Melara 127 mm, meriam pertahanan udara 76 mm, serta peluncur vertikal untuk rudal pertahanan udara Aster 15/30 dan rudal antikapal Teseo. Bagian belakang kapal juga dilengkapi hanggar yang sanggup menampung dua helikopter tempur.

Persinggahan ini menjadi kunjungan perdana bagi ITS Giovanni delle Bande Nere ke tanah air. Momen ini sekaligus jadi kesempatan prajurit TNI AL buat saling tukar pengalaman dengan awak kapal sejenis KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi.

Baca Juga: Warga Bisa Naik Kapal Perang Rusia di Tanjung Priok 2 Oktober, Cek Jadwalnya

Sebelum berlayar meninggalkan Indonesia pada 5 Oktober, TNI AL dan Angkatan Laut Italia dijadwalkan bakal menggelar latihan bersama di laut (passing exercise/passex) untuk menguji koordinasi dan manuver antarkapal di perairan terbuka.

Sebelum kapal Italia ini tiba, Pelabuhan Tanjung Priok lebih dulu disinggahi kapal perang Rusia, RFS Marshal Shaposhnikov (543) yang dijadwalkan sandar di Jakarta hingga Minggu, 4 Oktober 2026.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.