HANKAM

Kapal Perang KRI Ajak-653 dan Boeing TNI AU 'Kepung' Perairan Karang Unarang!

KRI Ajak-653
Penampakan KRI Ajak-653 saat bermanuver di utara perairan Karang Unarang, Kamis (30/7) dari hasil pantauan udara pesawat Boeing 737 TNI AU. (Foto: Dok. Koarmada II)

Jakarta, IDM – Kapal cepat rudal KRI Ajak-653 mengunci pergerakan pesawat pengintai Boeing 737 TNI AU di sebelah utara perairan Karang Unarang, Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (30/7). Sinergi dua matra ini menggelar latihan kerja sama taktis guna mengamankan jalur laut perbatasan Indonesia-Malaysia.

Unsur bawah komando operasi Gugus Tempur Laut (Guspurla) Komando Armada (Koarmada) II tersebut langsung menguji prosedur bergabung di udara (air joining procedure), yakni tahapan penyelarasan frekuensi komunikasi, identifikasi sasaran udara, serta pertukaran data intelijen antara kapal perang dan pesawat tempur.

Baca Juga: TNI Tutup Multinational Peacekeeping Exercise di Markas PMPP TNI

Langkah ini menyinkronkan manuver taktis agar armada laut dan udara mampu mendeteksi potensi ancaman di perbatasan negara secara presisi.

Usai mengunci koordinasi, KRI Ajak-653 mensimulasikan peran tempur bahaya udara. Seluruh prajurit kapal perang bersiap menghadapi potensi serangan mendadak dari udara, mulai dari melacak kontak asing, melakukan manuver taktis, hingga mengaktifkan sistem persenjataan antiserangan udara.

Komandan KRI Ajak-653 Letkol Laut (P) Denny Firdian Himawan menjelaskan latihan gabungan ini mematangkan keterpaduan taktis matra laut dan udara di wilayah terluar.

KRI Ajak-653
Aksi prajurit KRI Ajak-653 membidik sasaran udara saat mengunci pergerakan pesawat Boeing 737 TNI AU di perairan Karang Unarang, Nunukan. (Foto: Dok. Koarmada II)

"Pelaksanaan kerja sama taktis ini selaras dengan motto Panglima Koarmada II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya, 'Integrity in Professionalism'," ujar Denny, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Sabtu (1/8).

Denny menegaskan kolaborasi ini menjadi pedoman prajurit dalam memperkuat kesiapsiagaan tempur di garis depan.

Baca Juga: Operasi Habema Memanas, TNI Tembak Mati 2 Anggota OPM di Kali Fis Yahukimo

"Ini menjadi pedoman dalam mewujudkan komitmen prajurit untuk meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan tempur, serta memperkuat sinergitas antara TNI AL dan TNI AU guna mendukung keberhasilan operasi dan menjaga kedaulatan NKRI," tambah Denny.

Simulasi tempur lintas matra ini menegaskan kesiapan armada TNI di kawasan maritim strategis Ambalat dari berbagai gangguan keamanan dan pelanggaran wilayah.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.