HANKAM

Kapal Perang Korea ROKS Hansando Kembali ke Indonesia, Sandar di Surabaya Bawa 228 Taruna

Kodaeral V
Kodaeral V menyambut kedatangan ROKS Hansando (ATH-81) di Surabaya, Kamis (6/11). (Foto: Dok. Dispen Kodaeral V)

Jakarta, IDM – Kapal perang milik Angkatan Laut Korea Selatan, ROKS Hansando (ATH-81) kembali menyambangi Indonesia. Setelah terakhir bersandar di Jakarta pada Oktober 2022, kapal tipe Cruise Training Ship atau latih pelayaran ini kini berlabuh di Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (6/11).

Dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral V, kapal membawa 228 taruna dan 129 kru, dipimpin oleh Laksamana Muda Hong Sang Yong. Kunjungan ini bagian dari misi pelayaran pendidikan ROK Naval Cruise Training 2025, sekaligus mempererat hubungan kerja sama antara Angkatan Laut Korea Selatan dan TNI AL.

Rombongan dijadwalkan berada di Surabaya 9 November 2025 dengan agenda padat seperti kunjungan kehormatan (courtesy call), tur kapal untuk umum (open ship), jamuan makan malam, hingga pertunjukan budaya.

Baca Juga: 499 Personel Dilantik jadi Komcad Matra Darat

Selama di Surabaya, Laksamana Muda Hong Sang Yong juga bertemu Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda I G.P. Alit Jaya dan Komandan Kodaeral V Laksamana Muda Ali Triswanto. Dalam pertemuan itu, kedua pihak menegaskan komitmen memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, pelatihan, dan kemaritiman.

Para taruna Korea Selatan juga berziarah ke Monumen KRI Nanggala-402, memberi penghormatan bagi prajurit TNI AL yang gugur dalam tugas. Kunjungan Hansando menjadi bagian dari misi tahunan Angkatan Laut Korea Selatan sekaligus mempererat persahabatan bilateral.

Profil ROKS Hansando

ROKS Hansando merupakan kapal latih modern milik Angkatan Laut Korea Selatan yang diluncurkan pada 2020, dibangun oleh Hyundai Heavy Industries. Kapal sepanjang 142 meter ini memiliki lebar 21 meter dengan bobot sekitar 4.500 ton, dan mampu melaju hingga 22 knot atau sekitar 40 km per jam.

Baca Juga: Pasukan Artileri Udara TNI AD Gelar Operasi Tasbara, Amankan Belasan WNA Ilegal

Selain membawa kru tetap sebanyak 129 personel, kapal ini dirancang untuk menampung 228 taruna selama pelayaran pelatihan. Di dalamnya terdapat berbagai fasilitas pendidikan seperti ruang kelas, simulator navigasi, ruang laboratorium, dan perpustakaan, serta fasilitas tambahan seperti dek helikopter, ruang medis lengkap, ruang rekreasi, dan sistem komunikasi modern.

Dengan rancangan seperti itu, Hansando memungkinkan taruna belajar navigasi, teknik perang laut, dan kerja sama tim di laut dalam kondisi nyata. Kapal ini juga dapat berfungsi sebagai kapal rumah sakit darurat, menambah fleksibilitasnya untuk misi kemanusiaan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.