Kapal Perang Butuh Operator Andal, TNI AL Gelar Latihan Radar dan Gyro

Jakarta, IDM – Radar dan gyro jadi “mata” bagi kapal perang (KRI) di tengah laut. Supaya dua sistem vital itu dioperasikan dengan presisi, TNI AL menggelar pelatihan teknis operator radar navigasi dan gyro di Markas Kolinlamil, Jakarta, Senin (10/11).
Kegiatan hasil kerja sama Staf Komunikasi dan Elektronika (Skomlekal) dan Kolinlamil ini dibuka oleh Waaskomlek KSAL Laksamana Pertama Ronny Saleh. Sejumlah pejabat utama Kolinlamil turut hadir, termasuk para komandan KRI dari berbagai satuan TNI AL.
Baca Juga: TNI AD Aktifkan Sekolah yang Terhenti Akibat Insiden Pilot Susi Air Disandera
Ronny menyebut radar navigasi dan gyro memiliki peran penting dalam operasi laut.
“Peralatan radar navigasi dan gyro ibarat indra mata kapal perang. Untuk itu, peralatan ini harus selalu dalam kondisi siap dioperasikan agar mampu mendukung setiap kegiatan operasi dan latihan di laut,” ujarnya, dikutip dari laman TNI AL, Selasa (11/11).
Ia juga memberi tiga penekanan kepada peserta: mengikuti pelatihan dengan semangat, disiplin dalam prosedur pengoperasian, serta menjaga kerja sama antara panitia dan instruktur agar kegiatan berjalan lancar.
Baca Juga: TNI AL Kenalkan Sistem Kendali MSALI, Berharap Interoperabilitas Informasi Maritim Lebih Solid
Pelatihan yang menggandeng instruktur dari PT Cipta Teknologi Persada ini diikuti personel dari berbagai satuan kapal perang jajaran Kolinlamil. Tujuannya, meningkatkan kemampuan operator dalam mengoperasikan, menganalisa, dan merawat sistem radar serta gyro di kapal perang.
“Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi kemajuan TNI AL,” tutup Ronny. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































