HANKAM

Kapal Penumpang Karam di Selayar, TNI AL Kerahkan KRI Marlin Buru 16 Korban Hilang!

KRI Marlin-877
KRI Marlin-877 mencari 16 korban kapal penumpang yang tenggelam di Laut Flores, Kamis (16/7). (Foto: Dok. Kodaeral VI)

Jakarta, IDM – TNI AL mengerahkan KRI Marlin-877 untuk mencari korban kapal penumpang KLM Nurul Salsa 01 yang karam di Laut Flores. Kapal penumpang tersebut tenggelam di sebelah selatan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Operasi penyelamatan ini berjalan di bawah kendali Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI. Sebelum karam, kapal kayu tersebut mengalami mati mesin total pada Rabu (15/7) sekitar pukul 09.30 WITA.

Kondisi kapal memburuk setelah pompa penguras air rusak setengah jam kemudian. Air laut langsung membanjiri lambung kapal hingga akhirnya tenggelam sepenuhnya pada pukul 16.00 WITA.

Baca Juga: Bermodal Peta dan Kompas, Siswa Setukba TNI AU A-50 Asah Navigasi Darat

TNI AL langsung menerjunkan kekuatan setelah menerima laporan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Makassar. Kodaeral VI menyiapkan KRI Marlin-877 lengkap dengan personel penyelamat dan logistik bantuan.

Kapal perang ini bertolak dari dermaga layang Markas Komando Kodaeral VI pada pukul 20.03 WITA. Lima personel SAR Makassar turut bergabung di atas kapal untuk mencari korban di tengah malam.

Komandan Kodaeral (Dankodaeral) VI Laksda TNI Andi Abdul Aziz menjelaskan kecepatan waktu menjadi penentu utama untuk menyelamatkan nyawa para penumpang.

"Kecepatan respons dan kesiapan personel adalah kunci utama dalam menyelamatkan nyawa di tengah laut. Kami tidak membiarkan waktu berlalu begitu saja," ujar Andi, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral VI, Kamis (16/7).

KRI Marlin-877 tiba di perairan Pulau Polassi pada dini hari, pukul 02.00 WITA. Tim penyelamat langsung menyisir area sekitar lokasi kejadian di tengah kegelapan malam.

Baca Juga: Indonesia dan Singapura Resmi Bentuk Forum Alumni Pertahanan

Pada pukul 07.00 WITA, kapal perang ini sampai di titik tenggelamnya kapal penumpang tersebut. Tim penyelamat menyisir permukaan laut selama dua jam penuh.

Hingga siang ini, tim gabungan mencatat 52 korban berhasil dievakuasi dari laut. Nelayan setempat menyelamatkan enam korban ke Pulau Polassi, sementara kapal motor KLM Harapan Kita membawa 46 korban ke Pulau Jampea dengan rincian 45 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.

Meski demikian, petugas masih mencocokkan daftar manifes penumpang dengan jumlah korban selamat. Hasil verifikasi sementara menunjukkan masih ada 16 korban yang hilang dan belum diketahui nasibnya.

Saat ini KRI Marlin-877 bersandar di Pelabuhan Laut Jampea untuk berkoordinasi dengan tim SAR gabungan lainnya. Awak kapal perang juga memeriksa kondisi para korban selamat di posko darurat.

Baca Juga: TNI AL dan Filipina Satukan Marinir–Pasukan Katak di Forum Khusus

TNI AL kini memperluas area pencarian di sekitar Laut Flores. Tim penyelamat memetakan rute pencarian mulai dari titik awal kerusakan mesin, lokasi tenggelam, hingga arah hanyutnya korban berdasarkan pergerakan arus laut dan cuaca.

Andi menegaskan jajarannya terus mencari para korban hingga seluruh penumpang ditemukan. TNI AL juga meminta bantuan para nelayan sekitar untuk memantau situasi laut.

"Kami juga membuka saluran koordinasi dengan seluruh nelayan dan kapal yang melintas untuk saling bertukar informasi demi keberhasilan operasi ini," kata Andi.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.